Advertisement

Unik, Masjid dan Menara di Qatar Sengaja Dibangun Miring

Lajeng Padmaratri
Senin, 12 Februari 2024 - 11:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Unik, Masjid dan Menara di Qatar Sengaja Dibangun Miring Masjid dan menara miring di Qatar. - The Peninsula

Advertisement

Harianjogja.com, DOHA—Sebuah menara di Doha, Qatar menarik perhatian. Jika biasanya menara dibangun tegak lurus, lain halnya dengan menara itu yang sengaja dibangun miring.

Memasuki Museum Syekh Faisal Bin Qassim Al Thani (FBQ), pengunjung akan disambut oleh pemandangan yang menakjubkan, yaitu menara menjulang tinggi yang bersandar anggun ke kanan, bersebelahan dengan masjid miring yang tak kalah mempesona.

Advertisement

BACA JUGA: Unik! Masjid di Filipina Dicat Warna Pink biar Mencolok

Mahakarya arsitektur luar biasa ini, yang dikenal sebagai 'Masjid dan Menara Miring' Qatar, adalah gagasan Syekh Faisal Bin Qassim Al Thani, yang mencerminkan pendekatan visionernya terhadap desain dan komitmennya untuk melestarikan warisan budaya Qatar.

Dikutip dari The Peninsula, Sheikh Faisal berkata masjid dan menara miring dibangun sebagai perpanjangan dari Museum FBQ. “Menara miring akan berfungsi sebagai daya tarik tambahan untuk menarik pengunjung yang mungkin tidak menemukan museum itu sepenuhnya berada di wilayah yang mereka minati,” ujarnya.

Menurut Syekh Faisal, desain masjid dan menara miring ini memberi penghormatan kepada arsitektur Islam tradisional dengan tetap memasukkan sentuhan inovasi.

“Saya melakukan upaya ini sebagai kontribusi pribadi kepada masyarakat. Atraksi baru di dalam museum ini merupakan simbol komitmen Qatar untuk maju sambil merangkul akarnya,” katanya.

Pembangunan masjid dan menara tersebut memakan waktu sekitar dua tahun, dan tahap akhir selesai akhir tahun lalu. Pelapis strukturnya dihiasi dengan batu yang diekstraksi selama penggalian persiapan konstruksi, menambah sentuhan otentik pada keajaiban arsitektur.

Meski miring, Syekh Faisal memastikan keamanan dan stabilitas masjid dan menara miring itu. Ia mengatakan bahwa masjid dan menara miring telah dirancang dengan cermat dengan langkah-langkah ketat yang diterapkan.

“Keamanan menara dan masjid miring adalah yang paling penting. Menara ini dilengkapi dengan teknologi sensor canggih yang memberikan umpan balik harian mengenai tanda-tanda potensi masalah. Pemantauan dan pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjamin keamanan kekayaan arsitektur yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA: Masjid Pathok Negara Mlangi, Tempat Bersejarah, Kini Jadi Wisata Religi

Didukung oleh pijakan rakit sedalam 2,5 meter yang diperkuat oleh delapan kolom, menara setinggi 27 meter ini memastikan integritas struktural untuk tahun-tahun mendatang. Ini menampilkan kubah dan bulan sabit yang dibuat dari tembaga antik Mesir. Menara ini memiliki tangga spiral baja internal, yang memberikan pendakian yang aman bagi muazin untuk mengumandangkan azan.

Penciptaan masjid dan menara miring ini berasal dari inisiatif yang lebih besar untuk membangun lebih banyak simbol dan struktur yang mewakili berbagai budaya dan agama di Museum FBQ, kata Syekh Faisal.

“Upaya ini hanya mewakili permulaan dari visi yang lebih luas, satu langkah dari rencana lebih lanjut kami untuk merangkul dan mengeksplorasi agama-agama yang berbeda di dalam museum, dengan tujuan untuk mendorong dialog dan pemahaman di antara beragam budaya,” katanya.

“Kami telah mendedikasikan satu bagian penuh di museum tentang berbagai agama. Hal ini sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai agama. Bagian ini sebagian besar mewakili Islam, jadi ini adalah cara bagi orang-orang untuk belajar tentang Islam, tetapi juga untuk belajar tentang agama-agama lain karena kami bertujuan untuk menciptakan platform dialog dan saling menghormati antar budaya,” jelas Sheikh Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Peninsula

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Alokasi PPBMP Disesuaikan Kebutuhan Wilayah

Bantul
| Rabu, 28 Februari 2024, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Waspada Sering Merasa Lelah dan Rambut Rontok, Bisa Jadi Gejala Autoimun

Lifestyle
| Rabu, 28 Februari 2024, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement