Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Salah seorang petugas sedang menyapu di depan situs Batu Gamping di Kalurahan Ambarketawang, Gamping. Jumat (18/10/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Situs Batu Gamping di Kalurahan Ambarketawang, Gamping menjadi salah satu geosite dalam gugusan Geopark Jogja. Selain itu, tempat ini dikenal sebagai wisata religi karena banyak dikunjungi pengunjung dari luar daerah di Indonesia.
Situs ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Sesuai dengan pengumuman yang terletak di depan petilasan Batu Gamping. Keberadaannya sudah ada sejak 40-16 juta tahun yang lalu.
Lingkungan Gamping purba adalah ekosistem terumbu karang yang terbentuk di laut dangkal di masa Eosen-Miosen. Selanjutnya pada 1,8 juta tahun lalu atau masa Pliosen, terbentuklah daratan berupa Gunung Gamping karena proses tektonik.
Diketahui pada 1755, Sultan HB I bertapa di lokasi ini untuk kemudian dilanjutkan membangun Kraton Mataram. Adapun pembangunan juga banyak menggunakan bebatuan yang ada di Gunung Gamping.
Keberadaan situs ini juga sempat menarik perhatian naturalis sekaligus botanikus dan geolog asal Belanda, Franz Wilhem Junghun pada 1836. Ia melakukan penyusuran dari Kraton Yogyakarta ke barat hingga akhirnya membuat lukisan tentang keberadaan Gunung Gamping yang menjulang di dekat sungai.
Gambaran yang dilukis Junghun seakan tidak berbekas karena keberadan site telah terkikis habis. Ini dikarenakan maraknya penambangan untuk bahan bagunan serta mendukung industry gula pada 1855-1950.
Gunung yang sempat tinggi menjulang, kini tinggal menyisakan bongkahan sebesar satu kontainer besar. Oleh karena itu, sejak 1956 mulai dilakukan konservasi hingga akhirnya ditetapkan sebagai cagar alam.
BACA JUGA: Izin Gubernur DIY Sudah Turun, TPST Donokerto Sleman Mulai Dibangun
Salah seorang warga di seputaran Batu Gamping di Kalurahan Ambarketawang, Gitu Suprapto mengatakan, keberadan situs tidak hanya sebagai cagar alam, tapi juga sebagai wisata religi. Hal ini tak lepas dari keberadaan batu gamping yang menjadi bagian dari sejarah Kraton Ngayoyakarta Hadiningrat.
Di masa Sultan HB I, sambung dia, diketahui pernah bertapa di situs Batu Gamping. Selain itu, selama kraton dibangun juga sempat menggunakan Kraton Ambarketawang sebagai kraton sementara.
“Lokasi kraton dengan situs berdampingan dan petilasannya juga masih ada sampai sekarang,” kata Gito, Senin (21/10/2024).
Dikarenakan memiliki sejarah yang panjang, lokasi ini tidak hanya menjadi tempat penelitian bagi mahasiswa jurusan geologi. Namun, kata dia, juga ramai dikunjungi peziarah seperti keluarga dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia seperti Kutai Kertanegara, Padang, Cirebon, Bali dan Madura. Selain itu, juga ada peziarah umum dari Pacitan, Sumedang dan lain sebagainya.
“Biasanya kalau datang saat sore hingga malam hari untuk melakukan ziarah,” katanya.
Perencana Ahli Muda, Bappeda Sleman, Boby Rozano mengatakan, Batu Gamping Eosen di Kapanewon Gamping merupakan salah satu geosite dalam gugusan Geopark Jogja. Selain itu, di Sleman juga ada situs lain seperti Kompleks Perbukitan Instrusi Godean; Kompleks Batuan Merapi Tua di Turgo Pelawangan di Kapanewon Pakem; Aliran Piroklastik Bakalan di Kapanewon Cangkringan.
Selanjutnya, ada juga geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah; Tebing Breksi Piroklastik Purba dan Rayapan Tanah Nglepen di Kapanewon Prambanan. “Usulan Geopark Jogja masuk ke jaringan Geopark Nasional sudah diusulkan dan sekarang tinggal menunggu hasilnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Kementan memitigasi kekeringan di 30.000 hektare lahan melalui perbaikan irigasi, benih tahan kering, dan teknologi PM-AAS.
Pariwisata premium Yogyakarta kian berkembang melalui pengalaman menginap, kuliner, dan konten keluarga Marvelvino. Simak peluang dan tantangan promosi wisata
Ketua DPRD DIY Nuryadi menekankan kejujuran dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK, disertai peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi.
IHSG anjlok 630 poin pada sesi I, Jumat (16/10/2026), dengan saham BBCA, BBRI, BMRI dan emiten tambang melemah di tengah wacana MSCI.
MSCI mengkaji status pasar saham Indonesia melalui enam poin utama, mulai dari transparansi free float hingga penegakan hukum dan tata kelola.