Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Suasana destinasi wisata mangrove Pantai Baros yang kerap dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan alam di pantai selatan Bantul belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Kawasan wisata Pantai Baros, Bantul, menyimpan potensi besar sebagai destinasi edukatif yang menggabungkan konservasi mangrove dan wisata alam seperti camping, memancing, hingga kegiatan akademik. Libur panjang akhir pekan bisa dimanfaatkan dengan berkunjung dan berpelesir ke tempat ini.
Setiyo, perwakilan komunitas pemuda-pemudi Baros menjelaskan bahwa kawasan Baros kerap menjadi tujuan kegiatan akademisi, riset, dan instansi, utamanya dalam konteks edukasi lingkungan dan perencanaan tata ruang.
Menurutnya, sebagian besar inisiatif konservasi dan wisata justru digerakkan oleh pemuda setempat dengan dana dari kas internal.
Baros sendiri telah mengembangkan camping ground sebagai bagian dari diversifikasi wisata. Fasilitas ini mulai dirintis serius sejak 2020, meski embrionya sudah ada sejak awal 2000-an. Saat ini, pengunjung bisa berkemah dengan membayar Rp10.000–Rp15.000, sementara sewa tenda berkisar Rp50.000 untuk kapasitas empat hingga enam orang.
"Namun memang fasilitas penunjang masih terbatas hanya ada sekitar 10 paket tenda, kamar mandi, penerangan, dan satu gazebo," jelasnya, Jumat (30/5/2025).
BACA JUGA: 100 Narapidana Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengawalan Sangat Ketat
"Camping itu bonus. Tapi inti dari semuanya adalah edukasi dan konservasi mangrove. Sayangnya, infrastruktur belum siap menampung banyak tamu. Masih bersifat residential," katanya.
Area ini kerap digunakan wisatawan untuk menikmati suasana sore hari sambil bersantai menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam. Dengan keberadaan sabana yang tak terlalu besar tapi cukup luas, juga menambah kesan asri dan sejuk kawasan setempat.
Hanya saja, luasan mangrove di kawasan Baros kini menyusut drastis. Dari yang sebelumnya 10 hektare, kini tersisa sekitar 5–6 hektare akibat abrasi, terutama sejak Badai Cempaka 2018 yang menggerus hingga 5 hektare lahan.
"Yang paling parah ya pas badai itu. Banyak pohon pelindung seperti waru, pandan, dan mangrove yang berumur 25 tahun tumbang karena akarnya dangkal dan tanahnya terkikis gelombang," jelas Setiyo.
Kini, tantangan terbesarnya adalah menjaga kawasan tetap lestari di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan. “Konservasi adalah ruh wisata Baros. Kalau tidak ditata berkelanjutan, daya tarik ini bisa hilang,” jelasnya.
Dengan meningkatnya minat wisatawan dan kegiatan akademik, Setiyo berharap ada keseriusan dari pemerintah maupun desa untuk mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan demi menjaga dan mengembangkan ekosistem mangrove Baros sebagai laboratorium alam sekaligus destinasi wisata edukatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Menikah di KUA mulai dilirik warga Kulonprogo. Selain gratis, faktor kepraktisan, waktu, dan fleksibilitas resepsi turut menjadi alasan.
Polri menyiapkan anjungan cetak SKCK secara mandiri. Simak cara membuat SKCK online hingga mencetaknya tanpa ke kantor polisi.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 27 September 2026. Skateboard, bulu tangkis, panahan, menembak hingga hoki bertanding.
UMP 2027 diusulkan naik 7,7%-9,5%. Simak daftar lengkap UMP 2026 seluruh provinsi di Indonesia.