Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Umbul Pelem Klaten mencatat 566 ribu pengunjung dan omzet miliaran rupiah sepanjang 2025, menjadi primadona wisata air. - Espos.
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Destinasi wisata air Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, kembali mencatatkan performa gemilang dengan jumlah kunjungan ratusan ribu wisatawan sepanjang 2025.
Pengelola mencatat total kunjungan ke Umbul Pelem mencapai 566.521 orang selama 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan pengunjung juga terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru, dengan puncak kunjungan pada 1 Januari 2026 yang menembus lebih dari 7.500 orang.
Advertisement
Tingginya animo wisatawan turut berdampak pada pendapatan. Umbul Pelem yang dikelola BUMDes Sumber Kamulyan membukukan omzet kotor lebih dari Rp6,7 miliar, ditambah pendapatan unit usaha resto lebih dari Rp1,1 miliar.
Khusus musim libur Nataru lalu, jumlah pengunjung yang berdatangan ke Umbul Pelem mencapai lebih dari 57.000 orang. Jumlah itu berdasarkan data kunjungan wisatawan pada 21 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Puncak kunjungan selama libur Nataru terjadi pada momen tahun baru, Kamis (1/1/2026), yang mencapai 7.514 orang.
BACA JUGA
Umbul Pelem dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Kamulyan Desa Wunut. Selain Umbul Pelem, BUMDes mengelola resto. Selain itu, ada destinasi baru yakni Umbul Gedhe yang dibuka pada 10 Desember 2025. Tingginya jumlah pengunjung itu mencatatkan omzet hingga miliaran rupiah.
Kepala Desa (Kades) Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, mengatakan Umbul Pelem mencatatkan pendapatan kotor Rp6.778.186.700 selama setahun pada 2025. Sementara, omzet resto tercatat sebesar Rp1.123.001.650. Jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung selama 2024, Iwan menjelaskan ada peningkatan. Jumlah total pengunjung pada 2024 sekitar 544.000 orang.
Iwan bersyukur banyaknya jumlah pengunjung yang berdatangan ke Umbul Pelem selama setahun terakhir. Hal itu termasuk kunjungan wisatawan ke Umbul Gedhe yang tinggi selama libur Nataru lalu. Jumlah pendapatan bersih yang diraih selama 20 hari pengelolaan Umbul Gedhe mencapai Rp100 juta.
“Tentu kami sampaikan terima kasih bagi para pengunjung termasuk pengunjung setia kami yang banyak memberikan sumbangsih ke Desa Wunut. Kami berusaha apa yang dikehendaki pengunjung, langsung kami eksekusi. Selama ini banyak masukan dari pengunjung yang segera kami tindaklanjuti,” kata Iwan saat berbincang dengan Espos, Selasa (6/1/2026).
Disinggung kiat menjaga jumlah kunjungan, Iwan mengungkapkan pelayanan menjadi kunci utama. Selain itu, keamanan juga hal penting lainnya untuk membikin pengunjung nyaman di destinasi wisata. “Setiap hari teman-teman di lapangan juga merawat umbul serta kolam,” jelas Iwan.
Selain untuk membiayai operasional, hasil pendapatan yang diperoleh dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan sosial. Mulai iuran BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan warga, santunan, pendidikan, hingga THR untuk seluruh penduduk di desa tersebut jelang Lebaran.
Selain itu, ada program zakat yang disalurkan kepada warga kurang mampu seperti yang dilakukan di awal tahun ini. “Harta yang kami terima wajib kami sisihkan untuk zakat. Kami bagikan zakat untuk 201 orang kurang mampu,” kata Iwan.
Primadona
Sebelumnya, Umbul Pelem menjadi salah satu dari 50 objek wisata di Klaten. Destinasi wisata air itu menjadi salah satu primadona destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten selain Candi Prambanan, Umbul Brondong, New Rivermoon serta Janti Park.
Jumlah total wisatawan yang berdatangan ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang. Jumlah itu meningkat sekitar 10 persen dibandingkan kunjungan wisatawan pada 2024, yang mencapai 6,8 juta orang.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan terima kasih kepada wisatawan yang berkunjung ke Klaten. Dia menjelaskan Kabupaten Kalten terus berbenah menjadi tuan rumah yang baik dan nyaman.
“Alhamdulillah semoga ini menjadi pertanda baik bagi perekonomian di Klaten dan berdampak langsung kepada masyarakat Klaten. Matur nuwun kepada pengelola wisata dan masyarakat yang sudah memberikan pengalaman yang baik dan berharga bagi wisatawan,” kata Hamenang melalui akun IG pribadinya.
Keberhasilan Umbul Pelem menegaskan peran strategis wisata desa sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang sektor pariwisata Klaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
- Tren Pengasuh Anak Berbahasa Asing di Jepang, Tarif Rp5,6 Juta
- Sate Klathak Mbah Sukarjo Hadirkan Kuliner Khas di Pusat Kota
- Pulau Tidung Jadi Pilihan Favorit Liburan Akhir Tahun Dekat Jakarta
- GPIB Marga Mulya di Jogja Dibuka untuk Wisata Arsitektur Indis
Advertisement
Pemkab Sleman Luncurkan e-Kalurahan, Awasi Transaksi Desa
Advertisement
Tips Tampil Fresh Seharian Meski Tanpa Makeup Berlebihan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



