Tape Meleleh Maikai, Kuliner Baru di Gunungkidul

Widi Rastra Juwita menunjukan tape meleleh Maikai di rumahnya, Baleharjo, Wonosari, Jumat (29/6/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
30 Juni 2018 18:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Wisata Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Manfaatkan potensi ketela yang besar di Gunungkidul, dan mencoba berinovasi dengan hal yang baru, warga Desa Baleharjo, Wonosari, Widi Rastra Juwita kembangkan tape meleleh Maikai dengan berbagai varian.

Ide awal Widi mengembangkan usaha kulinernya tersebut, karena ingin memberikan sesuatu yang dapat menginspirasi, sesuatu hal yang baru di masyarakat.

“Ingin mengembangkan sesuatu yang berbeda dari biasanya, ketela tidak hanya digoreng selesai gitu saja, tetapi ada inovasi lain. Jadi ini juga sebagai pemanfaatan ketela di Gunungkidul, agar dapat bernilai lebih lagi dengan inovasi tape meleleh ini,” katanya, Jumat (29/6/2018).

Adapun varian yang ditawarkan oleh tape meleleh Maikai mulai dari rasa cokelat, rasa keju mozzarella, malkist tape. Harganya pun cukup terjangkau untuk mencicipi cemilan ini.

“Untuk yang cokelat Rp1.000/ butir, untuk keju mozzarella Rp1.500/butir, dan untuk yang malkist tape per porsi Rp5.000/porsi, isinya lima. Saat ini kami masih menjual dengan online. Untuk wilayah Wonosari gratis ongkos kirim, kami kirim langsung. Minimal membeli Rp10.000,” ujarnya.

Ia mengatakan usahanya tersebut juga bekerjasama dengan pengrajin tape yang sudah ada. Ia mengatakan selalu meminta untuk mencari kualitas singkong yang terbaik.

Ia mengharapkan kedepan jajanan tape meleleh ini menjadi oleh-oleh wajib wisatawan yang datang ke Gunungkidul.  Selain itu Widi menilai makanan tersebut merupakan jajanan yang sehat.

Saat ini peminat dari tape meleleh sudah cukup banyak. Pihaknya mengaku setiap hari mendapat pesanan, setidaknya 100 butir perharinya.

“Rata-rata memang masih dari Gunungkidul pembelinya, tetapi banyak juga wisatawan yang biasanya melihat dari instagram, dan mau berkunjung ke Gunugkidul, memesan,” ujarnya.

Kedepan Widi ingin membuat outlet sendiri untuk tape meleleh Maikainya tersebut. “Kedepan ingin mengembangkan buat outlet sendiri, tidak perlu dititipkan ke warung. Tetapi untuk saat ini memang masih mengandalkan dari online, karena media online sangat mudah, dan membantu, tidak perlu biaya banyak,” ujarnya.

Salah satu pembeli Raymond mengaku baru pertama kali membeli tape meleleh, dan mengaku menyukai inovasi tape tersebut. “Pertama kali ini, diberitahu teman saya ada tape meleleh ini, ya rasanya enak dan inovasi yang bagus saya rasa,” ujarnya.