Menikmati Indahnya Anggrek di Orchid Forest Bandung

Orchid Forest Cikole di Cikole, Lembang, Jawa Barat bisa menjadi pilihan untuk berwisata dengan keluarga pada akhir pekan. - Bisnis/Yanita Petriella
09 Agustus 2018 16:35 WIB Yanita Petriella Wisata Share :

Harianjogja.com, BANDUNG -- Bandung tak pernah ada habisnya menawarkan ragam wisata, baik wisata alam maupun kuliner. 
 
Bagi Anda penyuka wisata alam, hamparan hutan pinus seluas 14 hektare (ha) bisa Anda nikmati saat mengunjungi Bandung Utara. Tepatnya, wisata alam pohon pinus Orchid Forest Cikole yang terletak di Jalan Tangkuban Perahu KM 8, Cikole, Lembang.

Kawasan ini dibuka pada November tahun lalu dan telah menjadi salah satu destinasi wisata instagramable. Buktinya, jumlah wisatawan yang datang ke sana sudah mencapai 10.000 orang. 

Wisata hutan pinus ini berbeda dengan destinasi wisata lainnya karena dikemas sebagai One Stop Family Adventure sehingga tak sekadar menawarkan pemandangan asri dengan udara sejuk di tengah hutan pinus saja. 


 
Dengan berkonsep edutourism alias wisata edukasi, kawasan ini menjadi tempat untuk bisa mengenal berbagai macam anggrek yang menyatu dengan lumut pada batang pohon pinus.

Untuk masuk ke Orchid Forest, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp25.000. Namun, untuk hari besar seperti libur Lebaran, harga tiket naik menjadi Rp 35.000 untuk wisatawan domestik dan Rp100.000 untuk turis mancanegara.
 
Setelah membeli tiket, pengunjung harus kembali melanjutkan perjalanan sepanjang 1 km. Tak perlu khawatir, di Orchid Forest terdapat shuttle yang mengantarkan para pengunjung kembali ke area parkir setelah berwisata.
 
Leader Marketing Eksekutif Orchid Forest Bagus Maulana mengatakan di kawasan ini terdapat 250 jenis anggrek dan 3.500 pohon. Ratusan jenis anggrek ini berada dalam rumah kaca yang diberi nama Orchid House yang terletak di tengah arena Orchid Forest.
 
Berbagai jenis anggrek seperti Paphiodelium javanicum, anggrek endemis Pulau Jawa, langsung menyapa di muka pintu rumah kaca dengan warna kelopak yang berupa campuran cokelat, ungu, dan hijau. Anggrek tersebut harus dirawat khusus dengan suhu ruangan berkisar 21-29 derajat Celcius.


 
Di Orchid House, anggrek-anggrek yang langka akan ditempatkan khusus dalam ruangan yang berkaca agar tak tersentuh tangan pengunjung. Ada sejumlah spesies langka, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti black magic yang berasal dari AS.
 
Bagi pengunjung yang menyukai anggrek, bisa berbelanja langsung di kawasan Orchid Forest. Pengunjung bisa membeli bunga anggrek yang telah siap rawat dan sudah berbunga.
 
"Kami ingin mengingatkan kembali ke masyarakat bahwa Indonesia adalah negara dengan spesies anggrek terbesar kedua setelah Brasil,” ucap Bagus.
 
Selain anggrek, wisatawan juga dapat menikmati berbagai wahana permainan seperti flying foxhanging rope, menunggang kuda, dan rabbit house.

Pada September 2018, akan ada wahana baru yang dibuka, yakni zipline. Wahana tersebut menawarkan sensasi seru meluncur dari ketinggian menggunakan tali berkelok-kelok sepanjang 430 meter.
 
“Instruktur kami sediakan dari Wanadri, pencinta alam profesional, bersertifikat, mengerti cara bermainnya dan yang pasti aman. Kami juga ada kapasitas orangnya, maksimal beratnya 60-65 kg. Tiket Rp75.000 untuk sekali meluncur,” lanjutnya.

Bagi Anda yang menyukai swafoto, banyak tempat menarik yang dijamin memberikan hasil foto instagramable. Misalnya, Wooden Bridge yang berupa jembatan gantung sepanjang 100 meter dan Garden of Lights yang memberikan latar hamparan lampu cantik.


 
Di malam hari, area Orchid Forest dihiasi lampu berwarna-warni. Atraksi ini bisa dinikmati hingga pukul 19.00 WIB pada akhir pekan dan pukul 18.00 WIB pada hari biasa.
 
Marketing Executive Orchid Forest Nexa Paisan menambahkan Orchid Forest juga memiliki lokasi khusus bagi pasangan yang ingin merayakan pernikahan atau resepsi dengan suasana hutan pinus. 
 
"Untuk sewa tempat menikah di sini, harganya Rp25 juta," sebutnya. 
 
Orchid Forest bisa menjadi pilihan bagi Anda bersama keluarga untuk menghabiskan akhir pekan. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia