Menikmati Bakmi Jawa Legendaris di Warung Bakmi Pak Pele

Menu Bakmi Goreng Pak Pele - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
04 September 2018 16:35 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bagi penikmat kuliner malam hari di Jogja, salah satu masakan yang tidak boleh dilewatkan ialah bakmi jawa. Kelezatan mi jenis ini tidak sulit dicari, sebab kuliner yang dijual dengan konsep warung tenda ini umum dijumpai di seantero jalanan Kota Budaya. Dari sekian banyak pedagang yang ada, ada satu yang legendaris yaitu Bakmi Jawa Pak Pele.

Berdiri sejak 1983 membuat Bakmi Jawa Pak Pele menjadi kuliner yang selalu dicari-cari pengunjung, baik itu dari warga Jogja 0maupun wisatawan. Sang pemilik yang bernama asli Suharjiman ini mengawali usahanya dengan membuka warung tenda di pojok tenggara Alun-Alun Utara.

Saking legendarisnya bakmi ini, tak heran banyak pengunjung berbondong-bondong datang ketika warung mulai dibuka setiap sore harinya. Di sana, delapan karyawan Pak Pele sudah siap melayani pengunjung. Dalam situasi tanpa antrean, pengunjung hanya perlu menunggu sekitar sepuluh menit untuk mendapatkan pesanannya.

Setiap satu porsi pesanan dimasak dalam satu wajan oleh juru masaknya untuk menjaga kenikmatan dan citarasa otentiknya. Dalam waktu yang bersamaan, beberapa juru masak mempersiapkan pesanan pengunjung di atas empat buah anglo berbeda.

Pastikan Anda datang lebih awal, sebab warung ini akan mencapai puncak keramaiannya pada pukul 20.00 WIB. Meski begitu, banyak pengunjung yang rela antre menunggu hingga satu jam lamanya demi sepiring bakmi jawa yang lezat dan gurih ini. Beruntung, Pak Pele membuka dua cabang lain di Bantulan, Godean, Sleman dan Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari bakmi goreng, bakmi godog (rebus), bakmi nyemek (kuah sedikit), nasi goreng, magelangan, capcay, sop, hingga rica-rica ayam. Untuk menu bakmi, jenis mi yang digunakan ada dua yaitu mi kuning dan bihun putih. Pengunjung dapat memesan salah satu jenis atau campuran keduanya.

Pak Pele mengatakan bahwa bakmi jawa buatannya memang memiliki kekhasan yang berbeda dari warung yang lain. Bakmi kuning yang digunakan dalam menunya cenderung berukuran lebih besar dibandingkan bakmi biasanya.

“Di sini memang khusus pesan bakminya yang tebal dari Gondomanan, supaya enggak ditiru yang lain,” ujar Pak Pele saat ditemui di warungnya di pojok Alun-Alun Utara pada Senin (20/8). Di kedai Alun-Alun Utara saja, ia menyediakan 20 kilogram bakmi setiap harinya.

Pak Pele di depan warung bakmi jawanya di pojok Alun-Alun Utara.

Cita rasa gurih dari kaldu ayam yang meresap ke dalam masakan bakmi dijamin akan melenakan lidah pengunjung. Terlebih, pemakaian telur bebek diyakini sebagai salah satu sumber kelezatan Bakmi Jawa Pak Pele. Satu porsi bakmi akan dilengkapi dengan telur, irisan ayam kampung, kol, taburan seledri dan bawang goreng serta didampingi semangkuk acar dan cabai rawit. Bakmi goreng di warung ini dimasak menggunakan kecap hingga warnanya agak pekat.

Pak Pele mengaku tidak menggunakan bumbu rahasia pada bakmi jawanya. Yang terpenting baginya ialah konsistensi rasa sejak awal berjualan.

“Masak ini kan seperti orang nulis to? Kalau sudah biasa ya lancar. Saya setiap hari makan ya ndak bosan,” ujarnya sambil tertawa. Meski begitu, ia sudah tidak melayani sendiri pesanan pelanggannya. Cabang Bangunjiwo Kasihan dikerjakan oleh keluarganya, sedangkan dua kedai lain dipegang 12 karyawannya.

Warung Bakmi Jawa Pak Pele buka mulai pukul 17.30 hingga 24.00 malam. Setiap porsi makanan di sini dijual dengan harga Rp22.000 dan minuman Rp3.000.