Memiliki Alam yang Indah, Banyuwangi Siap Jadi Geopark Nasional

newswire
newswire Sabtu, 06 Oktober 2018 16:35 WIB
Memiliki Alam yang Indah, Banyuwangi Siap Jadi Geopark Nasional

Kawah Ijen/Antara

BANYUWANGI–Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur bersiap menjadi Geopark Nasional.  Surat keputusan (SK) Bupati pembentukan Tim Badan Pengelola Geopark Banyuwangi sudah dikeluarkan. 

Status ini akan semakin melengkapi prestasi Banyuwangi. Sebelumnya, Taman Wisata Alam Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo, sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer dunia oleh UNESCO.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Tim Jejaring Geopark Indonesia sudah meninjau Banyuwangi. Hasilnya, Banyuwangi dinilai layak untuk diajukan menjadi Geopark Nasional.

"Saya sudah mengeluarkan SK-nya. Tim BP Geopark Banyuwangi juga sudah dibentuk. Semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah dibawa tim ke Jakarta," ujar Bupati Anas belum lama ini.

Tim BP Geopark Banyuwangi yang terdiri dari Suhaili Yalin (IKAWANGI Bandung), Januarani Razak (Alumni ITB 81), Oman Abdurahman (Alumni ITB 81), dan Kemilau Fiska Noyta. "Tim Geopark Banyuwangi telah membuat rencana kegiatan hingga satu bulan ke depan. Fokus kegiatan penyusunan Dossier Geopark Nasional," ungkapnya.

Kekhasan Banyuwangi

Berdasarkan penilaian, Banyuwangi memiliki tiga kekhasan geologi yang distandarkan UNESCO. Ketiga kekhasan itu meliouti geodiversity (keragaman bumi), biodiversity (keragaman hayati) dan cultural diversity.

"Secara geologis, di sini ada pantai dan gunung yang masih terjaga kealamiannya, yang didukung biodiversity-nya. Dari cultural diversity-nya, Banyuwangi dihuni suku yang beragam. Dari semua kekhasan ini, Banyuwangi memungkinkan meraih status geopark nasional,” jelasnya.

Konsep geopark memiliki standar sendiri. Di antaranya mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Konsep Geopark diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an. Geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Saat ini, hanya ada dua geopark di Indonesia telah masuk warisan UNESCO, yakni Geopark Gunung Batur (Bali) dan geopark Gunungsewu (Daerah Istimewa Yogyakarta).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online