TWC Luncurkan Dramatari Legenda Roro Jonggrang

Pementasan perdana Dramatari Legenda Roro Jonggrang di Gedung Tri Murti Unit Teater Pentas Prambanan, Minggu (25/11/2018) malam. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
26 November 2018 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dramatari Legenda Roro Jonggrang kini bisa dinikmati di Taman Wisata Candi Prambanan. Peluncuran dilakukan di Gedung Tri Murti Unit Teater Pentas Prambanan yang dihadiri ratusan penonton, Minggu (25/11/2018) malam.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan Dramatari Legenda Roro Jonggrang tersebut merupakan karya kolaborasi seni tradisional dan koreografi yang modern. "Komposisi musik yang disajikan sangat menarik. Ritme gerakbtari dan koreografinya ditawarkan dalam suasana yang berbeda," katanya di sela-sela peluncuran.

Tarian baru tersebut diharapkan bisa menambah gelaran sendratari yang ada di Unit Teater Pentas. Persiapkan show perdana tersebut membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Adapun konsep pembuatan Dramatari Legenda Roro Jonggrang dilakukan sejsk satu tahun lalu. "Ini merupakan pagelaran baru dan kami harapkan mendapat apresiasi dari pengunjung,” katanya.

Setelah diluncurkan, lanjut Edy, Dramatari Legenda Roro Jonggrang ini akan ditampilkan secara rutin. Pertunjukan dimulai pada Desember 2018, sebanyak 10 kali. "Januari 2019, kami istirahat dulu untuk mengevaluasi pementasan. Ini pertunjukan perdana sehingga perlu dievaluasi dan akan show kembali Februari 2019,” terang Edy.

Pementasan perdana Dramatari Legenda Roro Jonggrang di Gedung Tri Murti Unit Teater Pentas Prambanan, Minggu (25/11/2018) malam./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

General Manajer Unit Teater Pentas Chrisnamurti Adiningrum mengatakan dramatari tersebut melibatkan 40 penari yang berusia 20-25 tahun. Sutradara Wisnu dan koreografer, Gambuh, Endra dan Fendy. Pentas Dramatari Legenda Roro Jonggrang ini berdurasi 60 menit.

"Tarian ini tidak melulu tradisional tetapi dikolaborasi dengan tarian kontemporer. Kita menyasar anak-anak milinial dan orang tua berjiwa milenial. Jadi ada tarian kontemporer, hip hop, breakdance, love dance, dan lain-lain,” kata Chrisnamurti.

Dramatari Legenda Roro Jonggrang diawali kekalahan Prabu Damarmoyo oleh Prabu Boko, ayah Roro Jonggrang. Kemudian Prabu Damarmoyo bercerita kepada anaknya Bandung. Selanjutnya, Bandung membalaskan dendam kekalahan ayahnya dan mengalahkan Prabu Boko. Saat itu, Bandung melihat Roro Jonggrang, putri Ratu Boko yang cantik jelita, jatuh cinta dan ingin memperistrinya.

Roro Jonggrang yang tahu Bandung adalah pembunuh ayahnya, maka Roro Jonggrang memiliki permintaan yang mustahil bisa dilakukan Bandung. Roro Jonggrang meminta Bandung membuat 1.000 candi dalam satu malam. Bandung yang dibantu Bondowoso dan prajurit setan gagal membangun 1000 candi. Bandung dan Bondowoso hanya mampu membuat 999 candi. Akhirnya, Bodowoso mengutuk Jonggrang menjadi arca sebagai penggenapan jumlah 1000 candi.