Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Patung gajah bercorak zebra di TSTJ Solo./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BOYOLALI - Pengunjung Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dibuat kebingungan lantaran ada patung gajah bercorak hitam putih persis seperti zebra di objek wisata tersebut. Mereka meminta pengelola untuk mengecat ulang patung tersebut supaya anak-anak tidak salah mengenali hewan.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat (17/1/2020), patung gajah berkelir zebra menyambut setiap pengunjung setelah melewati sejumlah patung yang ada di TSTJ. Keunikan corak patung tersebut justru menarik perhatian sejumlah pengunjung. Beberapa pengunjung tampak berfoto di sebelah patung tersebut.
Salah satu pengunjung dari Kecamatan Sambi, Boyolali, Ari, 30, datang bersama istrinya, Lis, dan kedua putrinya, Manda, 7, dan Diva, 2. Manda berlari melihat ke arah kandang gajah. Di sana terdapat dua gajah sedang memakan rumput.
Tetapi, Diva justru tidak memperhatikan gajah di dalam kandang. Bocah balita itu menunjuk patung gajah bercorak zebra. "Gajah, gajah," kata Diva di gendongan Lis.
Ari menilai patung gajah berwarna zebra justru membuat pemahaman yang salah dari sudut pandang anak kecil. Ia kesulitan menjelaskan patung gajah itu berbeda dengan gajah asli yang sedang makan rumput di kandang kepada anaknya.
"Patung seharusnya dicat seperti warna aslinya supaya anak tidak bingung," katanya kepada Solopos.com saat ditemui di lokasi.
Ari mengaku kerap berkunjung ke TSTJ, minimal dua kali dalam setahun karena Manda antusias dengan satwa. TSTJ menjadi tempat favorit mengenal satwa karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Hal senada disampaikan pangunjung lain, Bowo, 29, yang menyayangkan warna patung gajah bercorak zebra tersebut. Ia berharap patung gajah itu dicat ulang supaya anak kecil tidak bingung.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Ichsan yang tidak mempermasalahkan warna patung tersebut. Menurutnya, cat yang tidak biasa di patung gajah itu akan membangun imajinasi anak.
"Kalau dia [anak] sudah besar pasti akan paham. Saat anak masih berusia dini dilatih berimajinasi," ungkap bapak satu anak tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap di peringkat kedua dunia usai menjuarai China Open 2026 dan mempertahankan gelarnya.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.