Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pemandangan Pantai Kukup dari kejauhan yang terlihat dari bibir Pantai Mesra, Gunungkidul./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Kabupaten Gunungkidul menawarkan beragam objek wisata pantai dengan ciri khasnya masin-masing. Salah satu pantai yang ramai dikunjungi wisatawan dari kalangan keluarga adalah Pantai Mesra.
Nama Pantai Mesra terbilang baru di kalangan pecinta wisata Bumi Handayani. Kendati demikian, sudah banyak warga setempat atau bahkan luar daerah yang mengenalnya sebelum diresmikan menjadi Pantai Mesra.
Warga lebih mengenalnya dengan Pantai Ngrawe. Lokasinya berada di Dusun Ngepung, Kemadang, Tanjung Sari, Gunungkidul. Mudah diakses menggunakan beragam jenis kendaraan dan menawarkan tempat yang instagramable yang tak kalah seru dan menawan dengan pantai lainnya.
Berikut ini fakta-fakta seputar Pantai Mesra yang perlu Anda ketahui:
Seperti pantai lainnya di Gunungkidul, Pantai Mesra juga memiliki pasir putih yang lembut. Wisatawan dapat bermain pasir di tepian pantai sembari menikmati panorama indah di sekelilingnya.
Baca juga: Indahnya Wisata Paling Ujung Kulon Jogja, Mangrove Pantai Kadilangu
Pantai ini juga ramah bagi anak-anak karena tidak memiliki bibir pantai yang curam. Orang tua bisa memberikan kesempatan anak-anak untuk bermain air dan pasir tetapi tetap dalam pengawasan.
Meski terbilang baru, pantai yang dikenal dengan kebersihannya ini memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari toilet, mushala, parkiran yang luas, hingga gazebo.
Toiletnya pun terbagi di dua tempat, yakni di dekat pantai dan di area parkiran. Selain itu ada pula fasilitas penunjang protokol kesehatan, seperti wastafel untuk cuci tangan.
Sebelum menginjakkan kaki ke pantai, wisatawan Pantai Mesra pasti melewati halaman yang luas di pantai ini. Halaman ini juga disebut dengan tamannya Pantai Mesra.
Ada tumbuhan hijau yang ditanam dengan rapi di sini, dilengkapi pula dengan kursi taman yang berjajar. Yang menarik lagi adanya plakat bertuliskan Pantai Mesra.
"Pantai Mesra. Tak Rawat Lautku Koyo Ngrawat Bojoku" yang artinya aku rawat lautku seperti merawat suami atau istriku. Tulisan yang menyedot perhatian wisatawan ini kerap dipakai sebagai tempat berfoto selfie.
Aneka warung makan berjajar rapi tak jauh dari bibir pantai. Pengunjung bisa memesan berbagai makanan mulai mi instan, soto, ayam bakar, ayam penyet, aneka gorengan, minuman botol, hingga es kelapa muda di sini.
Wisatawan tak perlu khawatir soal harga karena puluhan pedagang yang berjualan di sini sudah menerapkan standar harga makanan yang sama.
Selain itu, meski pengunjung duduk di warung yang menjual ayam geprek tetapi juga ingin memesan menu lain yang tidak dijual di warung tersebut, pedagang akan membantu memesankannya. Pengunjung cukup duduk manis di situ dan tidak perlu berpindah tempat untuk menyantap pesanan barunya.
Bagi yang ingin bermalam, pengunjung juga bisa menyewa kamar yang disediakan salah satu penginapan yang ada di Pantai Mesra. Penginapannya berada di atas bukit. Dari parkiran, wisatawan tinggal naik beberapa puluh meter.
Pemandangan hamparan laut Samudera Hindia akan terlihat jelas dari penginapan itu.
Tak ada batasan waktu untuk berwisata di Pantai Mesra karena pantai ini buka 24 jam nonstop mulai Senin hingga Minggu. Biasanya, pengunjung akan memadati tempat ini saat akhir pekan.
Jika ingin mendapatkan suasana yang sedikit sepi, pengunjung bisa memilih hari selain Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Untuk tiket masuk cukup Rp10.000 per orang. Biaya parkir motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000.
Meski berwisata di PantaI Mesra, pengunjung juga bisa berwisata ke Pantai Kukup sekaligus. Bagaimana bisa? Pantai Mesra berada tepat di sebelah barat Pantai Kukup. Kedua pantai ini hanya terhalang bukit kecil.
Saat air laut surut, wisatawan bisa menyeberang ke timur dengan berjalan menyusuri pantai menuju Kukup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.