Franco Morbidelli Kena Long Lap Penalty di MotoGP San Marino
Franco Morbidelli mendapat long lap penalty di MotoGP San Marino setelah dinilai mengganggu Enea Bastianini di Tikungan 13.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Go.Compare telah mengungkapkan hasil penelitiannya terkait negara yang besar dalam jumlah korban penipuan. Dari hasil penelitian dan survei, Go. Compare mencatat Spanyol dan Prancis menjadi negara di mana wisatawan paling sering menjadi target penipuan.
Dailymail, Rabu (19/3/2025) mengungkapkan selama lima tahun terakhir, ada 1 juta kasus penipuan terhadap wisatawan di Spanyol. Padahal total wisatawan internasional ke Spanyol selama 2024 ada sebanyak 94 juta wisatawan internasional.
Adapun bentuk penipuan yang terjadi di Sanyol tersebut mulai dari penerapan tarif transportasi diatas harga standar, hingga adanya tiket palsu masuk ke objek wisata.
Sementara di posisi kedua, ada Prancis dengan total 212.000 kasus penipuan terhadap turis dalam lima tahun terakhir. Diikuti oleh Amerika Serikat dengan 153.000 korban, serta Turki dan Yunani yang juga memiliki angka penipuan wisatawan yang cukup tinggi.
Berikut daftar 10 negara dengan jumlah penipuan turis terbanyak menurut studi Go.Compare:
Spanyol
Prancis
Amerika Serikat
Turki
Yunani
Italia
Jerman
Portugal
Belanda
Siprus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Franco Morbidelli mendapat long lap penalty di MotoGP San Marino setelah dinilai mengganggu Enea Bastianini di Tikungan 13.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.