Harga HP Baru Mahal, Konsumen Ramai-Ramai Beralih ke HP Rekondisi
Data Omdia: pengiriman panel HP bekas (rekondisi) melampaui HP baru untuk pertama kalinya. Simak penyebab tren ini dan prediksi masa depan pasar smartphone.
Orang utan./Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Tak perlu selalu terbang ke Afrika untuk mendapatkan pengalaman melihat satwa liar yang langka. Indonesia memiliki dua pengalaman wisata satwa yang masuk 10 besar dunia berdasarkan Wildlife Experience Index yang disusun perusahaan perjalanan Bailey Robinson.
Yang paling tinggi adalah pengalaman melacak badak Jawa. Aktivitas tersebut menempati peringkat kelima dengan skor 85 dari 100.
Sementara itu, pengalaman bertemu orangutan Kalimantan berada di posisi kedelapan dengan skor 84.
Kehadiran dua pengalaman dari Indonesia tersebut menempatkan kekayaan satwa Nusantara sejajar dengan sejumlah petualangan alam paling eksklusif di dunia, mulai dari trekking gorila gunung di Afrika hingga ekspedisi penguin kaisar di Antartika.
Bagaimana Pemeringkatannya?
Bailey Robinson menyusun Wildlife Experience Index untuk menentukan 30 pengalaman satwa liar paling luar biasa di dunia.
Setiap pengalaman dinilai berdasarkan enam faktor. Masing-masing faktor diberikan skor hingga 10 poin, kemudian diolah menjadi skor keseluruhan dengan skala 100.
Faktor pertama adalah kelangkaan, yang mempertimbangkan jumlah populasi satwa serta tingkat kesulitan untuk menemukannya di alam liar.
Berikutnya adalah keterpencilan, yakni seberapa jauh lokasi pengalaman tersebut dari infrastruktur pariwisata.
Ada pula faktor pentingnya konservasi, yang berkaitan dengan status spesies dalam daftar merah IUCN.
Bailey Robinson juga mempertimbangkan eksklusivitas, termasuk pembatasan akses dan jumlah wisatawan; aksesibilitas, atau tingkat kemudahan mencapai lokasi; serta potensi pertemuan, yaitu peluang wisatawan untuk benar-benar mengamati satwa yang menjadi target.
Metodologi tersebut membuat pengalaman yang sulit dijangkau dan melibatkan satwa langka memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh skor tinggi.
Badak Jawa Indonesia Peringkat Kelima
Pelacakan badak Jawa menjadi salah satu pengalaman dengan nilai tertinggi dalam indeks tersebut.
Aktivitas ini mendapatkan skor 85 dari 100 dan berada di peringkat kelima dunia.
Badak Jawa merupakan salah satu satwa paling langka di dunia. Satwa tersebut hanya ditemukan di alam liar di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.
Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk melihat badak Jawa di habitat alaminya menjadi sangat terbatas. Faktor kelangkaan, lokasi yang terpencil, serta nilai konservasinya menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.
Bagi wisatawan, daya tariknya bukan sekadar melihat badak secara langsung. Pelacakan satwa di habitat alami juga menawarkan pengalaman memahami ekosistem dan upaya konservasi spesies yang sangat terancam tersebut.
Posisi kelima itu bahkan menempatkan pengalaman pelacakan badak Jawa di atas beberapa petualangan satwa yang selama ini lebih dikenal secara global.
Orangutan Kalimantan Juga Masuk 10 Besar
Indonesia kembali muncul dalam daftar melalui pengalaman bertemu orangutan Kalimantan.
Bornean orangutan encounter menempati peringkat kedelapan dengan skor 84 dari 100.
Pengalaman tersebut menawarkan kesempatan mengamati orangutan di habitat alaminya di kawasan hutan hujan Kalimantan.
Orangutan menjadi salah satu ikon satwa liar Indonesia. Hutan Kalimantan yang luas sekaligus menjadi lingkungan penting bagi keberlangsungan spesies tersebut.
Masuknya pengalaman orangutan Kalimantan ke dalam daftar 10 besar menunjukkan bahwa nilai sebuah wisata satwa tidak hanya ditentukan oleh popularitas destinasi. Kelangkaan spesies, kondisi habitat, akses, hingga aspek konservasi turut menentukan kualitas pengalaman.
Afrika Bukan Satu-satunya Pilihan
Trekking gorila gunung di Rwanda atau Uganda menjadi pengalaman satwa liar dengan skor tertinggi, yakni 90 dari 100.
Salah satu faktor yang membuatnya berada di posisi teratas adalah tingginya peluang wisatawan bertemu gorila dengan bantuan pelacak ahli.
Di Rwanda, jumlah izin juga dibatasi sehingga pengalaman tersebut memiliki tingkat eksklusivitas tinggi. Sementara di Taman Nasional Bwindi, Uganda, trek dibatasi hingga delapan pengunjung untuk setiap keluarga gorila per hari.
Posisi kedua ditempati ekspedisi penguin kaisar di Antartika dengan skor 88,5. Ekspedisi antelop saiga di Kazakhstan berada di urutan ketiga dengan skor 87.
Selanjutnya, pelacakan macan tutul salju di Ladakh atau Himalaya menempati posisi keempat dengan skor 85,5.
Bailey Robinson mencatat bahwa kelangkaan dan keterpencilan menjadi dua faktor yang banyak muncul pada pengalaman satwa dengan peringkat tinggi.
"Yang sangat menonjol bagi kami adalah hubungan antara kelangkaan dan keterpencilan," kata Sarah Parker, sales director di Bailey Robinson.
"Pertemuan satwa liar paling luar biasa di dunia cenderung mengharuskan Anda bepergian lebih jauh, masuk lebih dalam ke alam liar, dan merasakan sesuatu yang hanya sedikit pelancong yang akan memiliki kesempatan untuk melihatnya," jelasnya.
Menariknya, delapan dari 10 pengalaman yang masuk jajaran teratas melibatkan spesies yang terancam punah. Hal tersebut memperlihatkan bahwa wisata satwa liar kelas dunia memiliki keterkaitan erat dengan konservasi.
10 Pengalaman Satwa Liar Terbaik Dunia
Berikut daftar 10 pengalaman satwa liar dengan skor tertinggi dalam Wildlife Experience Index Bailey Robinson:
Mountain gorilla trekking di Rwanda atau Uganda — 90/100
Emperor penguin expedition di Antartika — 88,5/100
Saiga antelope expedition di Kazakhstan — 87/100
Snow leopard tracking di Ladakh atau Himalaya — 85,5/100
Javan rhino tracking di Indonesia — 85/100
Black rhino tracking di Namibia atau Kenya — 84,5/100
Polar bear expedition di Svalbard — 84/100
Bornean orangutan encounter di Kalimantan — 84/100
Eastern lowland gorilla expedition di Republik Demokratik Kongo — 81,5/100
African wild dog safari di Botswana atau Tanzania — 81/100
Masuknya badak Jawa dan orangutan Kalimantan ke jajaran tersebut menjadi kabar menarik bagi wisatawan Indonesia. Dua pengalaman itu memperlihatkan bahwa Nusantara memiliki daya tarik wisata satwa yang mampu bersaing dengan destinasi populer di Afrika, Asia, hingga Antartika.
Namun, tingginya nilai pengalaman tersebut juga menunjukkan pentingnya menjaga habitat dan populasi satwa. Semakin langka suatu spesies, semakin besar pula nilai konservasi yang melekat pada pengalaman melihatnya di alam liar.
Bagi wisatawan, perjalanan ke habitat satwa bukan hanya soal mengejar foto. Pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal alam sekaligus memahami mengapa keberadaan satwa liar perlu dijaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data Omdia: pengiriman panel HP bekas (rekondisi) melampaui HP baru untuk pertama kalinya. Simak penyebab tren ini dan prediksi masa depan pasar smartphone.
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Produk reksa dana terbuka (open-end) tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jateng memperluas ekosistem layanan investasi sekaligus menghadirkan alternatif
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperluas trotoar ramah difabel agar aksesibilitas penyandang disabilitas tersedia di seluruh kawasan pedestrian.
Tom Holland resmi menjadi aktor dengan pendapatan box office terbesar ketiga sepanjang masa setelah kesuksesan Spider-Man: Brand New Day menembus US$2,33 miliar