Tak Harus S1, Ini 9 Profesi Paling Dicari di Luar Negeri pada 2026
9 pekerjaan yang banyak dicari di luar negeri pada 2026, mulai dari caregiver, teknisi, konstruksi, software developer hingga energi terbarukan. Tak semuanya bu
Bukit Gasing/Trip.com
Harianjogja.com, JOGJA— Wisatawan Indonesia yang ingin mencari pengalaman trekking di Asia Tenggara mungkin perlu memasukkan Malaysia ke dalam daftar tujuan. Sebuah studi terbaru menempatkan Malaysia sebagai negara dengan jalur pendakian terbaik di kawasan Asia Tenggara, bahkan mengalahkan destinasi yang selama ini lebih dikenal sebagai tujuan wisata alam.
Riset yang dilakukan operator tur daring Exoticca.com tersebut menganalisis data jalur pendakian dari platform AllTrails di 11 negara Asia Tenggara. Negara yang dianalisis meliputi Brunei, Kamboja, Timor Leste, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain rating pendaki, tingkat kepadatan pengunjung, serta jumlah ulasan positif. Hasilnya cukup mengejutkan karena sembilan dari 10 jalur pendakian terbaik di Asia Tenggara berada di Malaysia.
Dominasi tersebut menunjukkan bahwa wisata trekking di Malaysia tidak hanya mengandalkan kawasan pegunungan. Sejumlah jalur terbaik justru berada di kawasan perkotaan Kuala Lumpur dan sekitarnya sehingga relatif mudah dijangkau wisatawan.
Bukit Gasing Jadi Jalur Trekking Terbaik
Posisi pertama ditempati Bukit Gasing Circular, jalur yang berada di kawasan Taman Hutan Bukit Gasing, antara Kuala Lumpur dan Petaling Jaya.
Jalur berbentuk lingkaran ini memiliki panjang sekitar 3,8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu hingga 1,5 jam. Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan tanpa harus melakukan pendakian berhari-hari, jalur ini menjadi salah satu pilihan menarik.
Di AllTrails, Bukit Gasing Circular mendapatkan skor 98,4 dari 100 poin. Jalur tersebut juga memperoleh rating 4,6 bintang dari 2.225 pendaki dengan skor popularitas mencapai 99,6 persen.
Daya tariknya bukan hanya pada hutan yang masih rindang. Jalur tersebut memiliki variasi medan, mulai dari trek relatif datar hingga tangga dengan tanjakan cukup menantang.
Pendaki juga dapat menemukan jembatan gantung serta sejumlah platform kayu yang menawarkan pengalaman berbeda di tengah kawasan hijau.
Kombinasi antara akses yang relatif mudah, durasi pendakian yang tidak terlalu panjang, dan suasana alam menjadi salah satu alasan Bukit Gasing Circular mampu menempati posisi teratas.
Malaysia Kuasai Daftar 10 Besar
Dominasi Malaysia terlihat jelas dalam daftar 10 jalur pendakian terbaik versi studi Exoticca.
Posisi kedua ditempati Bukit Kiara via Changkat Abang Haji Openg di Kuala Lumpur dengan skor 96,73. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah ruang hijau di kawasan perkotaan.
Berikutnya ada Twin Peaks–Quill Killer–Rock Garden–Lower Carnival di posisi ketiga dengan skor 95. Jalur sepanjang sekitar 4,6 kilometer tersebut menawarkan tanjakan yang relatif konsisten dan kawasan hutan yang lebat.
Posisi keempat ditempati Ketumbar Hill di Cheras, Kuala Lumpur, dengan skor 93,9. Jalur sepanjang sekitar 2,2 kilometer ini dikenal karena aksesnya yang mudah serta pemandangan kawasan perkotaan.
Sementara itu, satu-satunya jalur di luar Malaysia yang masuk lima besar adalah Wat Pha Lat "Monk's Trail" menuju Doi Suthep di Chiang Mai, Thailand. Jalur sepanjang sekitar 7,2 kilometer tersebut berada di posisi kelima dengan skor 93,24 dan menawarkan nuansa spiritual yang kuat.
Daftar lengkap 10 jalur terbaik tersebut adalah:
Bukit Gasing Circular, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 98,4.
Bukit Kiara via Changkat Abang Haji Openg, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 96,73.
Twin Peaks–Quill Killer–Rock Garden–Lower Carnival, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 95.
Ketumbar Hill, Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 93,9.
Wat Pha Lat "Monk's Trail" menuju Doi Suthep, Chiang Mai, Thailand — skor 93,24.
Sri Bintang Hill, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 92,07.
Bukit Gasing Fence Trail Loop, Bukit Gasing, Malaysia — skor 89,43.
Puncak Tiga Puteri via Merbuk, Selangor, Malaysia — skor 88,53.
Gunung Datuk, Negeri Sembilan, Malaysia — skor 87,99.
Taman Tugu Green–Yellow–White Trails, Kuala Lumpur, Malaysia — skor 86,02.
Hasil studi tersebut memberikan gambaran menarik mengenai tren wisata alam. Pengalaman hiking tidak selalu harus dilakukan di kawasan gunung yang jauh dari perkotaan.
Sejumlah jalur yang masuk daftar justru berada di Kuala Lumpur dan wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut membuat wisatawan dapat mengombinasikan liburan perkotaan dengan aktivitas luar ruang tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.
Kawasan Bukit Gasing bahkan muncul dua kali dalam daftar, yakni melalui Bukit Gasing Circular di posisi pertama dan Bukit Gasing Fence Trail Loop di peringkat ketujuh.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa kawasan hutan kota dapat menawarkan pengalaman trekking yang menarik apabila dikelola dan memiliki akses yang baik.
Bagi wisatawan Indonesia, kondisi ini juga bisa menjadi pertimbangan ketika menyusun perjalanan ke Malaysia. Trekking dapat menjadi alternatif kegiatan selain berbelanja, menikmati kuliner, atau mengunjungi destinasi wisata perkotaan.
Apa yang Membuat Malaysia Unggul?
Menurut hasil studi tersebut, salah satu keunggulan jalur pendakian di Malaysia adalah kombinasi antara aksesibilitas, keindahan alam, dan tingkat tantangan yang masih dapat dijangkau banyak pendaki.
Karakter tersebut membuat jalur-jalur di Malaysia dapat menarik wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa harus menghadapi pendakian ekstrem.
Kondisi ini berbeda dengan sebagian destinasi trekking yang membutuhkan persiapan fisik lebih berat, perlengkapan khusus, atau waktu perjalanan yang lebih panjang.
Meski demikian, status sebagai jalur terbaik berdasarkan studi tidak berarti semua trek cocok untuk setiap pendaki. Tingkat kesulitan, kondisi cuaca, kemampuan fisik, serta persiapan perlengkapan tetap perlu diperhatikan sebelum melakukan pendakian.
Bagi wisatawan yang baru mulai menggemari aktivitas hiking, jalur dengan durasi pendek dan akses mudah dapat menjadi pilihan untuk membangun pengalaman sebelum mencoba trek yang lebih berat.
Studi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Malaysia memiliki potensi wisata alam yang cukup kuat di tengah persaingan destinasi Asia Tenggara.
Jadi, bagi pembaca di Jogja dan daerah lain yang sedang mencari tujuan trekking luar negeri yang relatif mudah dijangkau, Malaysia layak masuk dalam daftar pertimbangan. Terlebih, sejumlah jalur terbaiknya berada tidak jauh dari kawasan Kuala Lumpur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
9 pekerjaan yang banyak dicari di luar negeri pada 2026, mulai dari caregiver, teknisi, konstruksi, software developer hingga energi terbarukan. Tak semuanya bu
Joy Ryan baru memiliki paspor di usia 91 tahun. Kini di usia 96 tahun, ia menjelajahi dunia bersama cucunya dan mengejar target tujuh benua.
Timnas U-20 Indonesia menghadapi Malaysia pada laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Simak jadwal, skuad Garuda Muda, dan calon lawannya.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Biaya ganti baterai mobil listrik di Indonesia bervariasi dari Rp80 juta hingga Rp540 juta. Simak estimasi biaya Wuling, Hyundai, Jaecoo, Toyota, dan BYD.
Studi Exoticca menempatkan Malaysia sebagai negara dengan jalur trekking terbaik di Asia Tenggara. Simak 10 jalur hiking terbaik beserta skornya.