Rupiah Menguat ke Rp18.036, Pajak Naik Jadi Sentimen Positif
Rupiah menguat ke Rp18.036 per dolar AS, didorong kinerja APBN dan lonjakan penerimaan pajak hingga Mei 2026.
Puluhan kapal berlayar di perairan Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dari atas Bukit Cinta./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Minat wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama dari kawasan Asia. Kementerian Pariwisata mengungkap sejumlah kota dan destinasi yang kini menjadi favorit turis asing dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut Indonesia masih menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan sekaligus pengalaman wisata yang beragam, mulai dari belanja hingga petualangan alam.
“Mereka datang ke Indonesia karena merasa nyaman, bisa berbelanja, dan menikmati pengalaman yang berbeda,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Jakarta hingga Bali Jadi Magnet Belanja
Berdasarkan data Kemenpar, wisatawan asal Malaysia dan Singapura menjadi penyumbang kunjungan terbesar untuk sektor belanja. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bali, Batam, dan Bintan menjadi destinasi favorit untuk berburu oleh-oleh.
Wisatawan Malaysia dikenal gemar berbelanja dalam jumlah besar untuk keluarga, sementara turis Singapura lebih tertarik pada pengalaman visual dan destinasi yang “instagramable”.
Bromo dan Ijen Dilirik Wisatawan Asia Timur
Tak hanya wisata kota, destinasi alam juga semakin diminati. Wisatawan dari Tiongkok dan Singapura kini banyak memburu pengalaman petualangan, terutama di kawasan pegunungan Jawa Timur seperti Gunung Bromo dan Kawah Ijen.
Fenomena ini dipengaruhi oleh karakter geografis negara asal mereka yang tidak memiliki lanskap tropis serupa Indonesia. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, Manado juga mulai naik daun setelah dibukanya penerbangan langsung dari Guangzhou. Wisata bahari dan kuliner laut menjadi magnet utama di wilayah Sulawesi Utara tersebut.
Labuan Bajo hingga Lombok Makin Diminati
Kemenpar mencatat adanya diversifikasi destinasi wisata. Selain Bali, turis asing kini mulai menjelajahi Labuan Bajo, Lombok, hingga kawasan Gili.
Perubahan ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak lagi terpusat pada satu destinasi, melainkan mulai mengeksplorasi berbagai pilihan yang ditawarkan Indonesia.
Promosi melalui media sosial dan pameran pariwisata internasional dinilai berperan besar dalam memperkenalkan destinasi-destinasi baru tersebut.
Tren Global Berubah, Asia Justru Meningkat
Meski terjadi peningkatan dari kawasan Asia, Kemenpar mencatat penurunan kunjungan dari beberapa wilayah lain. Wisatawan Timur Tengah turun 1,89 persen pada Januari–April 2026, bahkan anjlok 20,65 persen pada periode Maret–April dibandingkan tahun sebelumnya.
Kunjungan dari Eropa juga turun sekitar 6,5 persen. Kondisi geopolitik global dan tingginya harga tiket menjadi faktor utama.
Sebaliknya, kunjungan dari Asia Tenggara, Asia lainnya, Oseania, dan Afrika justru meningkat masing-masing 11,38 persen, 15,27 persen, 6,84 persen, dan 5,59 persen.
Momentum Rupiah dan Strategi Baru Pariwisata
Kemenpar melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang untuk mendorong belanja wisatawan asing. Harga yang relatif lebih murah dinilai dapat meningkatkan pengeluaran turis selama berada di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, khususnya dari negara-negara dekat seperti Singapura dan Malaysia yang selama ini rata-rata hanya menginap tiga hingga lima hari.
Di sisi lain, agen perjalanan dan tur operator diminta lebih kreatif dalam menyusun paket wisata agar mampu menarik minat wisatawan untuk menjelajah lebih banyak destinasi.
Dengan tren yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp18.036 per dolar AS, didorong kinerja APBN dan lonjakan penerimaan pajak hingga Mei 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.
Delapan dapur MBG di Solo dihentikan sementara karena IPAL belum sesuai standar. Pemkot pastikan layanan tetap berjalan.
Kemenpar ungkap kota favorit turis asing di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bromo, tren wisata 2026 terus meningkat.
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.