APBN 2026: Subsidi Tembus Rp203,7 Triliun, Daya Beli Dijaga
Realisasi subsidi dan kompensasi APBN 2026 capai Rp203,7 triliun. Pemerintah jaga daya beli dan stabilitas harga.
Puluhan kapal berlayar di perairan Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dari atas Bukit Cinta./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Minat wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama dari kawasan Asia. Kementerian Pariwisata mengungkap sejumlah kota dan destinasi yang kini menjadi favorit turis asing dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut Indonesia masih menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan sekaligus pengalaman wisata yang beragam, mulai dari belanja hingga petualangan alam.
“Mereka datang ke Indonesia karena merasa nyaman, bisa berbelanja, dan menikmati pengalaman yang berbeda,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Jakarta hingga Bali Jadi Magnet Belanja
Berdasarkan data Kemenpar, wisatawan asal Malaysia dan Singapura menjadi penyumbang kunjungan terbesar untuk sektor belanja. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bali, Batam, dan Bintan menjadi destinasi favorit untuk berburu oleh-oleh.
Wisatawan Malaysia dikenal gemar berbelanja dalam jumlah besar untuk keluarga, sementara turis Singapura lebih tertarik pada pengalaman visual dan destinasi yang “instagramable”.
Bromo dan Ijen Dilirik Wisatawan Asia Timur
Tak hanya wisata kota, destinasi alam juga semakin diminati. Wisatawan dari Tiongkok dan Singapura kini banyak memburu pengalaman petualangan, terutama di kawasan pegunungan Jawa Timur seperti Gunung Bromo dan Kawah Ijen.
Fenomena ini dipengaruhi oleh karakter geografis negara asal mereka yang tidak memiliki lanskap tropis serupa Indonesia. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, Manado juga mulai naik daun setelah dibukanya penerbangan langsung dari Guangzhou. Wisata bahari dan kuliner laut menjadi magnet utama di wilayah Sulawesi Utara tersebut.
Labuan Bajo hingga Lombok Makin Diminati
Kemenpar mencatat adanya diversifikasi destinasi wisata. Selain Bali, turis asing kini mulai menjelajahi Labuan Bajo, Lombok, hingga kawasan Gili.
Perubahan ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak lagi terpusat pada satu destinasi, melainkan mulai mengeksplorasi berbagai pilihan yang ditawarkan Indonesia.
Promosi melalui media sosial dan pameran pariwisata internasional dinilai berperan besar dalam memperkenalkan destinasi-destinasi baru tersebut.
Tren Global Berubah, Asia Justru Meningkat
Meski terjadi peningkatan dari kawasan Asia, Kemenpar mencatat penurunan kunjungan dari beberapa wilayah lain. Wisatawan Timur Tengah turun 1,89 persen pada Januari–April 2026, bahkan anjlok 20,65 persen pada periode Maret–April dibandingkan tahun sebelumnya.
Kunjungan dari Eropa juga turun sekitar 6,5 persen. Kondisi geopolitik global dan tingginya harga tiket menjadi faktor utama.
Sebaliknya, kunjungan dari Asia Tenggara, Asia lainnya, Oseania, dan Afrika justru meningkat masing-masing 11,38 persen, 15,27 persen, 6,84 persen, dan 5,59 persen.
Momentum Rupiah dan Strategi Baru Pariwisata
Kemenpar melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang untuk mendorong belanja wisatawan asing. Harga yang relatif lebih murah dinilai dapat meningkatkan pengeluaran turis selama berada di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, khususnya dari negara-negara dekat seperti Singapura dan Malaysia yang selama ini rata-rata hanya menginap tiga hingga lima hari.
Di sisi lain, agen perjalanan dan tur operator diminta lebih kreatif dalam menyusun paket wisata agar mampu menarik minat wisatawan untuk menjelajah lebih banyak destinasi.
Dengan tren yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Realisasi subsidi dan kompensasi APBN 2026 capai Rp203,7 triliun. Pemerintah jaga daya beli dan stabilitas harga.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility
Cuaca ekstrem di Sumatera Utara merusak 20 rumah di Serdang Bedagai. BPBD mencatat sejumlah wilayah terdampak tanpa korban jiwa.