Ekonom CORE: Sukses Koperasi Desa Dilihat dari Dampak Ekonomi
Ekonom CORE menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih harus diukur dari dampak ekonomi desa, bukan jumlah koperasi.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat membuka Bali Wellness and Beauty Expo 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi diversifikasi sektor pariwisata dengan mendorong pengembangan wisata kebugaran atau wellness tourism sebagai salah satu fokus utama dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa wisata kebugaran kini menjadi salah satu segmen paling cepat tumbuh dalam industri pariwisata global, terutama setelah perubahan perilaku wisatawan pascapandemi COVID-19.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Bali Wellness and Beauty Expo 2026 di Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang berdampak langsung pada kesehatan fisik, mental, emosional, hingga spiritual.
“Wisata kebugaran merupakan salah satu usaha pariwisata yang tumbuh paling cepat dan paling tangguh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026).
Pasar global wellness terus tumbuh
Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi industri wellness dunia telah mencapai sekitar 6,8 triliun dolar AS dan diproyeksikan meningkat hingga 9,8 triliun dolar AS pada 2029.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor kebugaran bukan lagi tren sementara, melainkan telah menjadi bagian penting dari ekonomi pariwisata global dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar.
Dengan tren tersebut, Indonesia melihat peluang untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan dan gaya hidup, bukan hanya wisata alam dan budaya.
Bali jadi etalase wisata kebugaran Indonesia
Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang berlangsung pada 4–6 Juni 2026 menjadi salah satu ajang strategis untuk memperkenalkan potensi Indonesia di sektor tersebut. Pameran ini menghadirkan lebih dari 140 merek unggulan dari 90 peserta pameran nasional dan internasional di bidang kebugaran dan kecantikan.
Melalui ajang ini, pemerintah ingin memperkuat citra Indonesia sebagai rumah bagi berbagai praktik kesehatan tradisional maupun modern, mulai dari spa, yoga, hingga layanan holistic wellness.
“Melalui Bali Wellness and Beauty Expo, kita memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman hidup sehat dan berkualitas. Ini adalah kekuatan yang dapat menjadi daya saing Indonesia di masa depan,” kata Ni Luh Puspa.
Dorongan wisata berkualitas
Pemerintah menilai pengembangan wisata kebugaran juga berdampak pada peningkatan kualitas wisatawan, karena cenderung menghasilkan wisatawan dengan lama tinggal lebih panjang serta tingkat pengeluaran yang lebih tinggi.
Dengan strategi ini, Indonesia tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas pengalaman dan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi daerah tujuan wisata.
Ke depan, wisata kebugaran diharapkan menjadi salah satu pilar baru pariwisata nasional yang mampu bersaing di pasar global sekaligus memperkuat daya saing destinasi unggulan seperti Bali dan daerah lainnya di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonom CORE menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih harus diukur dari dampak ekonomi desa, bukan jumlah koperasi.
Pemkab Sleman dan RSUD Prambanan lakukan audit medis dan etik usai kasus pasien anak meninggal. Proses hukum dan investigasi terus berjalan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa ANTARA memiliki posisi penting dalam ekosistem informasi nasional karena menjadi sumber rujukan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.