Pasa Harau Art and Culture Festival Ke-8 Tarik Wisatawan Nusantara

Newswire
Newswire Senin, 03 Agustus 2026 18:02 WIB
Pasa Harau Art and Culture Festival Ke-8 Tarik Wisatawan Nusantara

Pasa Harau Art & Culture Festival Ke-8 di Limapuluh Kota sukses mengangkat budaya lokal, menggerakkan UMKM, dan menarik wisatawan. /Istimewa.

Harianjogja.com, LIMAPULUH KOTA—Pasa Harau Art & Culture Festival Ke-8 kembali menghidupkan denyut kebudayaan di Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Festival yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan tradisi masyarakat, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap sektor pariwisata serta perekonomian warga melalui peningkatan aktivitas UMKM.

Ajang tahunan yang digagas Komunitas Pasa Harau tersebut terselenggara berkat dukungan Program Dana Indonesiaraya Kementerian Kebudayaan RI, serta kolaborasi bersama berbagai sanggar seni lokal, Yayasan Bintang Kidul, Yayasan Umar Kayam, dan Perkumpulan MPM. Sinergi itu memperkuat posisi festival sebagai ruang budaya berbasis masyarakat yang terus berkembang.

Direktur Pasa Harau, Rahmad Fauzan, menyampaikan rasa syukurnya atas kemitraan yang terus terjalin sehingga festival dapat berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi fondasi penting agar ruang ekspresi budaya masyarakat tetap terpelihara.

Wisatawan Padati Lembah Harau

Keindahan tebing granit Lembah Harau kembali menjadi daya tarik utama selama festival berlangsung. Ribuan pengunjung memadati kawasan tersebut untuk menikmati berbagai agenda seni dan budaya yang diselenggarakan masyarakat.

Tidak hanya masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Padang, Bukittinggi, dan Sawahlunto, festival ini juga menarik kedatangan wisatawan dari Riau, Jakarta, Jogja, hingga wisatawan mancanegara yang ingin merasakan langsung atmosfer perayaan budaya di kawasan Lembah Harau.

Festival Dianggap Berhasil Menjaga Warisan Budaya

Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival disampaikan Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat melalui Roby Satria. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan hingga edisi kedelapan menjadi pencapaian yang tidak mudah diraih, mengingat banyak festival independen lain berhenti di tengah jalan.

"Pasa Harau bukan sekadar ruang perhelatan, melainkan simpul perjumpaan antara warisan adat, kreativitas generasi muda, dan masyarakat luas. Di sinilah denyut kebudayaan dirawat sekaligus diwariskan secara nyata," tutur Roby, Selasa (3/7/2026).

Pandangan serupa disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya hadir dalam sebuah pertunjukan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sikap masyarakat dalam menyambut tamu.

Ia juga mendorong pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang tetap mengedepankan penghormatan terhadap alam serta budaya lokal sehingga keberlanjutannya dapat terus terjaga.

Dampak Langsung bagi UMKM Nagari Harau

Festival tahunan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Wali Nagari Harau, Syukriandi, mengatakan pemerintah nagari tetap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival meskipun anggaran desa sedang mengalami efisiensi.

Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia berharap Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat mengalokasikan dukungan pendanaan pada penyelenggaraan tahun 2027.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga dirasakan langsung para pelaku usaha. Usi, yang menjual suvenir dan kopi, serta Ibu Ina, pedagang lontong sayur, mengaku memperoleh peningkatan pendapatan selama tiga hari pelaksanaan festival.

Harau Walk Fest Tutup Rangkaian Festival

Puncak kemeriahan festival ditandai dengan penyelenggaraan Harau Walk Fest Ke-2 yang menjadi agenda penutup.

Sebanyak 402 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan jalan santai tersebut dengan menempuh rute 5 kilometer dan 10 kilometer mengelilingi panorama tebing granit Lembah Harau.

Penyelenggara berencana kembali menghadirkan Harau Walk Fest pada 2027 dengan rute penjelajahan yang lebih menantang, sehingga perpaduan olahraga, wisata alam, dan promosi budaya dapat terus berkembang sebagai daya tarik baru kawasan Harau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online