Gerhana Matahari Buat Hotel Panen Cuan, Spanyol Darurat Kebakaran

Jumali
Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 13:57 WIB
Gerhana Matahari Buat Hotel Panen Cuan, Spanyol Darurat Kebakaran

Gerhana matahari./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA— Fenomena gerhana matahari total yang melintasi sebagian wilayah Eropa pada Rabu (12/8/2026) menghadirkan dua cerita yang sangat kontras. Di satu sisi, sektor pariwisata menikmati lonjakan pendapatan luar biasa karena kedatangan ratusan ribu wisatawan. Namun di sisi lain, Spanyol justru sedang menghadapi salah satu musim kebakaran hutan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari The Guardian, peristiwa astronomi langka tersebut membuat hotel-hotel di sejumlah wilayah strategis mengalami lonjakan tarif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara itu, suhu ekstrem dan kondisi vegetasi yang sangat kering memaksa pemerintah Spanyol menetapkan langkah siaga tinggi untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Harga Hotel Melonjak Tajam di Jalur Gerhana

Data firma analitik perjalanan Lighthouse Intelligence menunjukkan lonjakan permintaan akomodasi terjadi di berbagai kota yang berada di jalur pengamatan terbaik gerhana matahari total.

Di Reykjavík, Islandia, yang menjadi salah satu ibu kota Eropa dalam jalur totalitas, rata-rata tarif hotel mencapai US$793 atau sekitar Rp12,9 juta per malam. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan lebih ekstrem terjadi di Spanyol. Provinsi Soria yang dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana mencatat lonjakan harga hotel hingga enam kali lipat.

Tarif kamar yang biasanya berada di bawah 150 euro melonjak menjadi sekitar 900 euro atau setara Rp18,7 juta pada malam puncak gerhana.

Tidak hanya Soria, kota-kota seperti Zaragoza, León, dan Burgos juga mengalami kenaikan tarif lebih dari 500 persen. Sebanyak 21 dari 23 ibu kota provinsi yang dilintasi jalur gerhana total dilaporkan mengalami kenaikan harga signifikan.

Pemilik Dauria Suites di Soria, Carlos, mengakui momentum tersebut dimanfaatkan pelaku usaha perhotelan untuk meningkatkan pendapatan.

“Situasi ini tentu saja harus kami manfaatkan, tetapi tidak sampai berlebihan,” ujarnya kepada RTVE.

Menurutnya, hotel yang dikelolanya hanya menaikkan tarif hingga dua kali lipat, jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah hotel lain yang mematok harga sangat tinggi.

Ratusan Ribu Wisatawan Datang ke Spanyol

Pemerintah Spanyol memperkirakan fenomena gerhana matahari total mendatangkan tambahan hampir setengah juta wisatawan selama periode 10-16 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 164.000 merupakan wisatawan internasional, sementara lebih dari 282.000 lainnya berasal dari dalam negeri. Kementerian Keuangan Spanyol bahkan memperkirakan jumlah wisatawan asing mencapai sekitar 460.000 orang.

Ledakan kunjungan wisata ini diperkirakan menghasilkan tambahan belanja pariwisata hingga 342,19 juta euro. Wisatawan mancanegara menyumbang lebih dari 70 persen dari total pengeluaran tersebut.

Selain itu, otoritas setempat memperkirakan terdapat tambahan sekitar 1,5 juta perjalanan kendaraan selama hari gerhana berlangsung.

Ancaman Kebakaran Membayangi Euforia Wisata

Di balik potensi ekonomi yang besar, pemerintah Spanyol justru menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya risiko kebakaran hutan.

Ribuan wisatawan memadati wilayah pedesaan di bagian tengah dan barat laut Spanyol, lokasi yang juga mengalami kondisi cuaca sangat kering dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius.

Kombinasi cuaca panas, angin, dan vegetasi yang mudah terbakar membuat pemerintah mengambil langkah pencegahan besar-besaran.

Lebih dari 35.000 personel keamanan diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran selama berlangsungnya fenomena gerhana.

Sekretaris Jenderal Perlindungan Sipil dan Layanan Darurat Kementerian Dalam Negeri Spanyol, Virginia Barcones, mengatakan situasi saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Kami mengalami musim panas yang sangat buruk di Spanyol, dengan serangkaian kebakaran hutan besar. Jadi kami harus membatasi aktivitas apa pun yang dapat menimbulkan percikan api.”

Pemerintah memberlakukan sejumlah pembatasan ketat, termasuk larangan parkir di dekat area vegetasi kering, pelarangan penggunaan barbekyu dan kembang api, hingga penutupan sejumlah taman alam.

Beberapa kegiatan pengamatan gerhana yang sebelumnya direncanakan juga dibatalkan demi alasan keselamatan.

200.000 Hektare Lahan Sudah Terbakar

Data terbaru Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol menunjukkan sekitar 200.000 hektare lahan telah hangus terbakar sepanjang 2026.

Angka tersebut melonjak sekitar enam kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hingga awal pekan ini, setidaknya tiga kebakaran besar masih aktif di wilayah Huelva, Segovia, dan Huesca. Kondisi tersebut memaksa lebih dari 1.000 warga dievakuasi dari area berisiko.

Pemerintah juga menutup akses ke lebih dari 100 kawasan alami untuk mencegah munculnya titik api baru akibat aktivitas wisatawan.

NASA Siarkan Gerhana untuk Penonton Dunia

Bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikan langsung fenomena langka tersebut, NASA menyediakan siaran langsung melalui empat teleskop yang dipasang di Villalibado, wilayah barat laut Spanyol.

Siaran digital itu diperkirakan ditonton lebih dari 10 juta orang dari berbagai negara.

Sementara itu, masyarakat di Inggris, termasuk London, masih dapat menikmati gerhana matahari sebagian pada Rabu malam dengan puncak fenomena diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.12 waktu setempat.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa astronomi mampu menjadi magnet wisata global sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi daerah yang tengah berjuang menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Di saat hotel-hotel menikmati lonjakan pendapatan, Spanyol justru harus berjibaku menjaga jutaan pengunjung agar tidak memperparah krisis kebakaran hutan yang sudah menghanguskan ratusan ribu hektare lahan sepanjang tahun ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online