Abu Vulkanik Masuk Makanan dan Air, Ini Risikonya
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat beberapa bandara sempat ditutup sementara dan penerbangan mengalami penyesuaian.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Perwakilan AS mengeluarkan Natural Disaster Alert berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan meminta warga negaranya meningkatkan kewaspadaan selama kondisi tersebut berlangsung.
Dalam pemberitahuannya, Kedutaan Besar AS meminta warga yang memiliki rencana perjalanan udara untuk memeriksa status penerbangan secara berkala serta menghubungi maskapai masing-masing guna memperoleh informasi terbaru.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya menyebabkan sejumlah bandara terdampak abu vulkanik. Kementerian Perhubungan pada Senin (7/9/2026) menyebut penutupan delapan bandara terdampak diperpanjang hingga pukul 09.00 WIB, dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara yang terdampak. Bandara lain yang disebut antara lain Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Pada perkembangan operasional penerbangan, Lion Group juga menyatakan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta terdampak pembatalan hingga Senin (7/9/2026) sore. Penyesuaian tersebut berkaitan dengan status Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma yang masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik.
Karena kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti aktivitas gunung api, arah dan kecepatan angin, serta kondisi wilayah udara, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah dimiliki.
Mereka perlu mengecek langsung informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.
Dalam peringatan kepada warga Amerika Serikat, Kedutaan Besar AS juga meminta warganya terus mengikuti perkembangan berita di Indonesia, terutama bagi mereka yang memiliki rencana perjalanan udara selama situasi erupsi berlangsung.
Warga AS diminta segera memberi tahu keluarga dan teman mengenai kondisi keselamatan mereka. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak terdekat mengetahui keadaan mereka selama terjadi gangguan akibat bencana alam.
Selain itu, Kedutaan Besar AS meminta warganya tidak melakukan perjalanan maupun aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Mereka juga diminta menyiapkan rencana evakuasi pribadi yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah Amerika Serikat.
Untuk memperoleh informasi terbaru, warga AS diarahkan mengikuti informasi dari lembaga penanggulangan bencana dan sumber resmi pemerintah Indonesia, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Erupsi Menerus Berakhir
Sementara itu, aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi tersebut dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.
Setelah episode erupsi menerus berakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan karakteristik erupsi strombolian. Badan Geologi mencatat beberapa kali erupsi dengan karakteristik tersebut setelah fase erupsi menerus berakhir.
Meski episode erupsi menerus telah selesai, kondisi tersebut belum berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau sepenuhnya mereda.
Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Potensi terjadinya letusan susulan pada periode berikutnya juga masih dinilai tinggi.
Potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai antara lain lontaran material pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.
Masyarakat, wisatawan, dan pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan udara di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik perlu terus mengikuti informasi resmi. Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
DPRD DIY mendorong pembentukan sekolah pra-keluarga untuk membekali calon pasangan dengan pengetahuan pengasuhan, kesehatan mental, dan kehidupan rumah tangga.
Spider-Man: Brand New Day bertahan enam pekan di puncak box office AS dan mendekati rekor domestik Star Wars: The Force Awakens.
Barcelona mencetak 17 gol dalam empat laga La Liga 2026/2027. Produktivitas ini masuk tiga besar sejarah klub.
September 2026 diramaikan peluncuran HP baru. Ada iPhone 18 Pro, Xiaomi 18 Fold, Vivo X500, Oppo Find X10 dan iQOO 16.
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan membuat sejumlah bandara ditutup. Kedubes AS mengingatkan warganya meningkatkan kewaspadaan.