Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia, Ini Posisi ASEAN

Jumali
Jumali Kamis, 01 Oktober 2026 07:37 WIB
Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia, Ini Posisi ASEAN

Paspor Indonesia - ist/Dirjen Imigrasi

Harianjogja.com, JOGJA— kekuatan paspor Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara dalam Global Passport Power Rank 2026 yang dirilis Passport Index. Indonesia menempati peringkat ke-56 dunia dengan mobility score 89, sedangkan Singapura dan Malaysia berada di posisi kedua bersama dengan skor 175.

Data Passport Index menunjukkan Uni Emirat Arab (UEA) berada di peringkat pertama dengan mobility score 182. Singapura dan Malaysia kemudian berada di posisi kedua dengan skor yang sama, yakni 175, sedangkan Spanyol menempati peringkat ketiga dengan skor 174.

Mobility score menunjukkan jumlah negara atau wilayah yang dapat diakses pemegang paspor melalui skema perjalanan tertentu tanpa harus memperoleh visa biasa terlebih dahulu. Dalam data Passport Index, skor Singapura 175 terdiri atas 140 akses bebas visa dan 35 akses dengan visa on arrival. Malaysia memiliki 129 akses bebas visa dan 46 visa on arrival.

Posisi tersebut membuat dua negara tetangga Indonesia itu berada jauh di atas paspor Merah Putih dalam daftar global. Selisihnya mencapai 86 poin jika dibandingkan dengan skor Indonesia yang berada di angka 89.

Posisi paspor Indonesia di ASEAN

Jika daftar tersebut dipersempit ke kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat keenam. Ada lima negara yang memiliki mobility score lebih tinggi, yakni Singapura, Malaysia, Brunei, Timor-Leste, dan Thailand.

Berikut peringkat paspor negara-negara Asia Tenggara berdasarkan Global Passport Power Rank 2026:

Peringkat ASEANNegaraMobility scorePeringkat global
1Singapura1752
2Malaysia1752
3Brunei15415
4Timor-Leste10246
5Thailand9353
6Indonesia8956
7Filipina7865
8Vietnam6971
9Kamboja6674
10Laos6177
11Myanmar5482

Data Passport Index memperlihatkan jarak yang cukup besar antara Indonesia dan dua negara dengan paspor teratas di ASEAN. Dengan skor 89, Indonesia tertinggal 86 poin dari Singapura dan Malaysia yang sama-sama mencatat 175.

Di tingkat global, Indonesia berada di posisi ke-56. Thailand yang berada satu tingkat di atas Indonesia dalam persaingan ASEAN menempati peringkat ke-53 dengan skor 93. Sementara itu, Timor-Leste berada di posisi ke-46 dengan skor 102.

Brunei menjadi negara ASEAN lain yang berada di kelompok atas. Paspor Brunei memiliki mobility score 154, menempatkannya di peringkat global ke-15.

Berapa negara yang bisa diakses paspor Indonesia?

Bagi pemegang paspor Indonesia, skor 89 dalam Passport Index 2026 terdiri atas 49 negara dengan akses bebas visa dan 40 negara yang menyediakan visa on arrival. Dengan demikian, pemegang paspor Indonesia memiliki akses ke 89 negara atau wilayah melalui dua kategori tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa angka mobility score tidak berarti seluruh 89 negara memberikan akses dengan persyaratan yang identik. Passport Index membedakan kategori akses berdasarkan ketentuan perjalanan masing-masing negara, sehingga wisatawan tetap perlu mengecek persyaratan terbaru sebelum berangkat.

Perubahan kebijakan visa juga dapat memengaruhi posisi suatu paspor dalam pemeringkatan. Karena itu, daftar Passport Index dapat menjadi gambaran mengenai kemudahan mobilitas internasional, tetapi bukan pengganti pemeriksaan aturan imigrasi negara tujuan.

Bagi masyarakat Indonesia yang hendak bepergian ke luar negeri, informasi mengenai bebas visa dan visa on arrival menjadi penting karena berhubungan langsung dengan persiapan perjalanan, termasuk kebutuhan dokumen dan proses masuk ke negara tujuan. Persyaratan tersebut tetap dapat berbeda berdasarkan kewarganegaraan, tujuan perjalanan, lama tinggal, serta kebijakan imigrasi yang berlaku.

Dalam Global Passport Power Rank 2026, posisi Indonesia juga menunjukkan perbedaan yang cukup lebar dengan negara-negara ASEAN di posisi teratas. Sementara Singapura dan Malaysia sama-sama mencatat skor 175, Indonesia berada pada skor 89 dan peringkat global 56.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online