Dari Wi-Fi Palsu hingga Penipuan Taksi, Kenali 11 Scam di Bandara

Jumali
Jumali Kamis, 05 November 2026 08:47 WIB
Dari Wi-Fi Palsu hingga Penipuan Taksi, Kenali 11 Scam di Bandara

Ilustrasi traveling/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Pelancong perlu meningkatkan kewaspadaan saat berada di bandara. Di tengah kesibukan mengejar jadwal penerbangan, mengurus bagasi, dan mencari transportasi, penumpang bisa menjadi sasaran berbagai modus penipuan atau scam.

Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi, membobol informasi kartu pembayaran, hingga mengelabui penumpang melalui layanan transportasi dan bagasi. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa kehilangan barang, tetapi juga berpotensi menguras saldo rekening.

Laporan AAA Club Alliance yang dipublikasikan melalui The Extra Mile menguraikan 11 modus penipuan yang kerap mengincar pelancong di bandara. Modus tersebut mencakup kejahatan siber hingga penipuan secara langsung.

Dikutip dari Quartz, berikut 11 modus scam di bandara beserta langkah untuk menghindarinya.

1. Phishing Kode QR atau Quishing

Pelaku menempelkan kode QR palsu di atas kode resmi yang tersedia pada meteran parkir, poster, atau fasilitas publik di bandara. Ketika dipindai, kode tersebut mengarahkan korban ke situs web tiruan.

Situs palsu itu dapat digunakan untuk mencuri data pribadi, mengarahkan korban ke transaksi pembayaran yang tidak semestinya, atau mengunduh perangkat lunak berbahaya (malware) ke ponsel.

Cara menghindarinya:

  • Periksa kondisi fisik kode QR dan waspadai stiker yang tampak ditempelkan di atas kode asli.

  • Periksa alamat situs sebelum memasukkan informasi pribadi atau melakukan pembayaran.

  • Utamakan mengetik alamat situs resmi secara langsung daripada memindai kode yang tidak jelas asalnya.

2. Peretasan Wi-Fi dan Bluetooth atau Evil Twin

Jaringan Wi-Fi gratis di bandara juga bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan. Mereka membuat jaringan palsu dengan nama yang menyerupai jaringan resmi bandara.

Modus ini dikenal sebagai evil twin. Ketika penumpang terhubung ke jaringan tersebut, peretas berpotensi memantau aktivitas internet dan mencuri informasi sensitif, termasuk nama pengguna serta kata sandi akun.

Cara menghindarinya:

  • Pastikan nama jaringan Wi-Fi resmi kepada petugas bandara.

  • Gunakan koneksi data seluler jika tidak yakin dengan keamanan jaringan publik.

  • Hindari membuka layanan perbankan atau memasukkan kata sandi penting melalui jaringan yang tidak tepercaya.

  • Gunakan VPN tepercaya ketika harus mengakses internet melalui Wi-Fi publik.

3. Serangan Pengisian Daya USB atau Juice Jacking

Mengisi daya ponsel melalui port USB umum juga memiliki risiko keamanan. Selain mengalirkan listrik, kabel USB standar dapat digunakan untuk memindahkan data.

Jika port USB telah dimodifikasi oleh pelaku, perangkat yang terhubung berpotensi terpapar malware atau mengalami pencurian data. Serangan semacam ini dikenal dengan istilah juice jacking.

Cara menghindarinya:

  • Gunakan stopkontak dinding dengan adaptor pengisi daya pribadi.

  • Bawa kabel khusus pengisian daya yang tidak mendukung transfer data.

  • Gunakan USB data blocker jika harus mengisi daya melalui port USB umum.

4. Pembajakan Kartu Pembayaran atau Card Fraud dan Skimming

Mesin ATM maupun alat pembayaran elektronik di bandara dapat menjadi sasaran pemasangan perangkat skimmer. Alat tersebut dirancang untuk merekam informasi kartu pembayaran dan, dalam kondisi tertentu, kode PIN pengguna.

Penipuan juga bisa diawali dengan transaksi mencurigakan bernilai kecil atau pemberitahuan pembayaran yang tidak dikenali pemilik kartu.

Cara menghindarinya:

  • Periksa kondisi fisik mesin ATM dan alat pembayaran sebelum digunakan.

  • Tutupi papan tombol saat memasukkan PIN.

  • Aktifkan notifikasi transaksi dari layanan perbankan.

  • Pantau mutasi rekening selama perjalanan dan segera hubungi bank jika menemukan transaksi mencurigakan.

5. Penipuan Dokumen Perjalanan atau Travel Document Fraud

Mengunggah foto boarding pass ke media sosial bisa membuka peluang penyalahgunaan data perjalanan. Dokumen tersebut biasanya memuat nama penumpang, kode pemesanan, serta kode batang atau QR yang menyimpan informasi penerbangan.

Jika informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah, pelaku berpotensi mengakses rincian pemesanan dan menyalahgunakan data perjalanan. Informasi keberangkatan yang diumbar di media sosial juga dapat memberi petunjuk bahwa rumah sedang ditinggalkan.

Cara menghindarinya:

  • Jangan mengunggah foto boarding pass atau dokumen perjalanan yang menampilkan data pribadi.

  • Hindari membagikan kode pemesanan kepada orang lain.

  • Simpan atau musnahkan dokumen perjalanan yang sudah tidak digunakan dengan aman.

  • Waspadai SMS atau pesan singkat yang mengatasnamakan maskapai dan meminta pembaruan data melalui tautan tertentu.

6. Aplikasi Akses Lounge Palsu atau Lounge Pass Scams

Sejumlah bandara menyediakan akses ruang tunggu khusus atau lounge melalui aplikasi. Kondisi ini dimanfaatkan penipu dengan membuat aplikasi palsu yang disebarkan melalui situs di luar toko aplikasi resmi.

Aplikasi tersebut berpotensi digunakan untuk mencuri informasi pribadi, termasuk menyadap pesan SMS yang masuk ke perangkat.

Cara menghindarinya:

  • Unduh aplikasi hanya melalui Google Play Store atau App Store.

  • Periksa nama pengembang dan ulasan aplikasi sebelum memasangnya.

  • Jangan memberikan izin akses SMS kepada aplikasi yang tidak memiliki alasan jelas untuk membutuhkannya.

7. Penipuan Bagasi atau Luggage Scams

Penumpang perlu berhati-hati ketika orang asing meminta bantuan untuk membawa tas atau koper melewati pemeriksaan keamanan. Permintaan tersebut bahkan bisa disertai imbalan uang.

Di balik tawaran itu, barang bawaan tersebut berpotensi berisi barang terlarang atau digunakan untuk penyelundupan. Penumpang yang bersedia membawanya bisa ikut terseret dalam persoalan hukum.

Cara menghindarinya:

  • Jangan pernah membawa tas, koper, atau paket milik orang yang tidak dikenal.

  • Jangan menerima titipan barang meskipun dijanjikan imbalan.

  • Pastikan hanya membawa barang yang diketahui isi dan kepemilikannya.

  • Gunakan pengaman koper untuk mengurangi risiko pembukaan tanpa izin.

8. Penipuan Taksi dan Sewa Mobil

Penipuan transportasi dapat terjadi ketika penumpang baru tiba di bandara. Pengemudi taksi tidak resmi bisa menawarkan tarif jauh di atas harga wajar, mengambil bagasi, atau melakukan pencurian informasi pembayaran.

Risiko lain muncul saat menyewa mobil. Pelanggan bisa diminta membayar denda atas kerusakan kendaraan yang sebenarnya sudah ada sebelum mobil diserahkan.

Cara menghindarinya:

  • Gunakan taksi resmi atau layanan transportasi daring melalui aplikasi.

  • Cocokkan nama pengemudi, jenis kendaraan, dan nomor polisi sebelum naik.

  • Pastikan tarif atau ketentuan pembayaran disepakati sejak awal.

  • Foto dan rekam video seluruh bagian kendaraan sebelum meninggalkan tempat penyewaan.

  • Simpan bukti kondisi kendaraan dan dokumen transaksi.

9. Petugas Bandara atau Maskapai Palsu

Pelaku dapat berpura-pura menjadi petugas bandara atau maskapai dengan mengenakan seragam dan lencana yang menyerupai atribut resmi.

Mereka menyasar penumpang yang kebingungan, terburu-buru, atau membutuhkan bantuan. Pelaku bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk meminta uang maupun informasi pribadi.

Cara menghindarinya:

  • Jangan langsung memercayai seseorang hanya karena mengenakan seragam atau lencana.

  • Pastikan identitas petugas melalui konter resmi maskapai atau meja informasi bandara.

  • Jangan menyerahkan dokumen perjalanan atau uang kepada orang yang tidak dapat diverifikasi.

10. Penipuan Penukaran Mata Uang atau Currency Exchange Scams

Kios penukaran mata uang di bandara perlu diperiksa sebelum digunakan. Sebagian tempat penukaran dapat menawarkan nilai tukar yang kurang menguntungkan atau mengenakan biaya layanan tinggi.

Risiko lainnya adalah pengurangan uang kembalian maupun pemberian uang kertas palsu kepada pelanggan.

Cara menghindarinya:

  • Cari tahu nilai tukar mata uang sebelum melakukan transaksi.

  • Periksa biaya layanan dan jumlah uang yang akan diterima sebelum menyetujui penukaran.

  • Hitung kembali uang yang diterima di hadapan petugas.

  • Pertimbangkan menukar uang melalui bank atau penyedia layanan resmi yang menawarkan ketentuan lebih jelas.

11. Pengalihan Perhatian atau Distraction Scams

Modus ini biasanya melibatkan lebih dari satu pelaku. Salah seorang membuat keributan atau menjatuhkan barang untuk mengalihkan perhatian penumpang.

Ketika korban sibuk melihat sumber keributan, pelaku lain mengambil kesempatan untuk mencuri tas, dompet, atau barang berharga.

Situasi tersebut bisa terjadi di area pemeriksaan keamanan maupun ruang tunggu yang ramai.

Cara menghindarinya:

  • Selalu awasi koper dan barang bawaan, termasuk ketika sedang mengantre.

  • Jangan meninggalkan tas tanpa pengawasan.

  • Di area pemeriksaan keamanan, masukkan barang ke mesin pemindai sesuai arahan petugas dan tetap pantau pergerakannya.

  • Waspadai orang yang sengaja mengalihkan perhatian atau membuat keributan di dekat barang bawaan.

Kewaspadaan menjadi salah satu perlindungan penting selama berada di bandara. Penumpang sebaiknya tidak terburu-buru memberikan data pribadi, menerima titipan barang, atau menggunakan layanan yang identitas dan keamanannya belum dipastikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online