Industri hingga UMKM Siap Sambut Wajib Halal Oktober 2026
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Gunung Gamalama/Antara
Harianjogja.com, TERNATE-Pendakian gunung di Ternate, Maluku Utara (Malut) masih mempertahankan sejumlah tradisi. Masyarakat di sekitar Gunung Gamalama menganggap tradisi adalah bentuk komitmen upaya melestarikan kearifan lokal..
Berikut tradisi warisan leluhur yang disarankan dipatuhi pendaki gunung:
1.Membaca doa kere fere
"Warga dari luar Ternate, termasuk wisatawan mancanegara yang melakukan pendakian di Gunung Gamalama juga selalu berusaha mematuhi tradisi itu,"kata salah seorang tokoh masyarakat Ternate, Jafar Noho di Ternate, Kamis (2/8/2018).
Prosesi pembacaan doa fere kie atau naik gunung dipimpin oleh juru kunci Gunung Gamalama.
2. Jumlah pendaki genap
Selain itu, kata Jafar Noho, jumlah orang dalam satu kelompok yang akan melakukan pendakian harus genap, misalnya empat orang atau enam orang, karena kalau jumlahnya ganjil sesuai ketentuan yang diwariskan para leluhur dikhawatirkan salah seorang di antaranya akan mendapat celaka.
3.Dilarang minuman keras
Tradisi lain yang juga selalu dipatuhi saat melakukan pendakian di gunung api yang masih aktif itu adalah tidak boleh membawa minuman keras dan dilarang mengucapkan kata-kata kotor, misalnya memaki orang lain.
4.Dilarang kencing di puncak gunung
Jafar Noho menuturkan, saat berada di puncak Gunung Gamalama juga tidak boleh kencing sembarang tempat, terutama didekat kompleks kuburan tua yang selama ini diyakini sebagai kuburan para wali yang menyebarkan Islam di wilayah Malut.
Selama ini sering terjadi peristiwa yang menimpa pendaki Gunung Gamalama, seperti tersesat dalam perjalanan atau terjatuh diduga karena mereka melanggar tradisi tersebut, bahkan kalau Gunung Gamalama tiba-tiba erupsi juga sering dikaitkan dengan adanya perilaku para pendaki yang tidak sesuai dengan tuntunan yang diwariskan para leluhur.
Jafar Noho menambahkan, di puncak Gunung Gamalama juga ada mata air di celah batu yang dikenal dengan nama mata air abdas yang airnya dipercaya warga setempat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dalam.
Gunung Gamalama merupakan salah satu objek wisata yang terus dipromosikan Pemkot Ternate, karena gunung ini menawarkan pemandangan indah berupah hamparan perkebunan cengkih dan pala serta keindahan Pulau Tidore dan Halmahera saat berada dipuncaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.