Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Ilustrasi traveling/fluentu
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada negara tujuan favorit para pelancong Indonesia. Sejumlah agen wisata menyebut Jepang salah satunya.
Namun tak cuma Jepang, negara-negara di benua Eropa juga sudah lama jadi tujuan liburan favorit wisatawan Indonesia.
Meski sama-sama Asia, biaya hidup di Jepang tergolong lebih tinggi ketimbang Indonesia. Sementara Eropa yang lokasinya lebih jauh tentu memakan biaya lebih besar dari segi tiket pesawat.
Mana yang lebih murah, liburan ke Jepang atau Eropa? Via Wahab, Operation Outbound Panen Tour mengatakan harga tur untuk Jepang dan Eropa relatif mirip. "Tur ke Jepang dan Eropa harganya sama saat high season, mulai dari Rp30 juta," ujar Via, belum lama ini.
Tentu saja tiap destinasi punya daya tarik tersendiri. Namun, Via mengatakan orang Indonesia yang lebih memikirkan gengsi bakal condong memilih Eropa sebagai tempat berlibur.
Lagipula, tur ke Eropa mencakup lebih banyak tempat karena bisa menjelajahi beberapa negara sekaligus, biasanya enam hingga tujuh negara. Durasi tur ke Eropa idealnya memakan waktu hingga dua pekan.
Dengan biaya yang sama, tur ke Jepang biasanya memakan waktu lebih singkat, sepekan atau delapan hari. Tur ke Negeri Sakura juga bisa jadi kurang menarik minat mereka yang ingin menjelajahi banyak negara sekaligus dalam satu perjalanan.
Hal yang sama diakui oleh Stefanus dari Obaja Travel yang mengatakan banyak pelanggannya memilih Eropa dengan pertimbangan durasi lebih lama dan tempat yang dikunjungi lebih banyak.
Namun, ia menyarankan pelancong Indonesia yang ingin ke Jepang untuk tidak menunda rencananya sebelum harga melonjak.
Ia berpendapat biaya tur ke Jepang semakin mahal dari tahun ke tahun, sebaliknya biaya tur ke Eropa cenderung stabil. "Dulu pas high season, Eropa dan Jepang bisa selisih Rp6 juta, sekarang selisih hanya Rp2 juta-Rp3 juta."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.