Advertisement
MUSEUM DE MATA TRICK EYE : Ada Jurang di Tengah Kota!

Advertisement
Harianjogja.com-Sudah memiliki rencana wisata akhir pekan ini? Bila belum wahana yang satu ini patut dicoba. Bermodalkan tiket masuk Rp25.000 per orang, pengunjung dapat melampiaskan hasrat bernarsis-ria dengan latar belakang spektakuler.
Wahana berupa museum 3D trick eye De Mata ini adalah salah satu daya tarik terbaru XT Square, bekas terminal lama Umbulharjo, Jogja. Di museum yang menyajikan gambar-gambar tipuan mata ini pengunjung yang berfoto di depannya tampak seolah-olah menyatu dengan gambar latar. Tak ayal beberapa pengunjung rela mengantre di suatu gambar untuk mendapatkan kesempatan membuat foto unik yang tak biasa.
Advertisement
Memasuki museum De Mata sebenarnya mirip dengan memasuki galeri lukisan. Bedanya di museum ini, pengunjung bebas berinteraksi dan berfoto sepuasnya dengan gambar yang dipajang. Bila sudut pengambilan fotonya tepat, maka muncullah ilusi optik yang membuat pengunjung tampak sedang berinteraksi langsung dengan objek di latar belakang.
Sejak dibuka 22 Desember 2013 lalu, museum trik mata ini sudah didatangi ribuan pengunjung. Bahkan pada puncak kunjungan saat masa libur Natal dan Tahun Baru, lebih dari 1.500 pengunjung datang setiap hari. Asyiknya, meski pengunjung membeludak, kita tak terlalu repot mengantre karena banyaknya gambar yang disajikan sehingga banyak pilihan untuk bergaya di latar yang berbeda.
Manajer Operasional De Mata Abdul Majid kepada Harianjogja.com, Rabu (1/1/2014) mengatakan, pameran gambar tiga dimensi ini adalah pameran pertama berformat museum. Dengan format ini museum De Mata akan berlokasi secara permanen di kawasan di XT Square.
Museum yang buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB ini menyajikan total 120 gambar interaktif dan menjadi pameran trik mata dengan jumlah latar terbanyak. “Konsep ini memang bukan yang pertama kali, tapi kami adalah museum trik mata pertama dan di sini pengunjung bebas berfoto sepuasnya tanpa batas waktu,” ujar Majid.
Kesempatan berfoto sepuasnya itu dimanfaatkan seluruh pengunjung sore itu, termasuk oleh Yuliana. Pengunjung asal Solo yang datang bersama keluarga kecilnya ini menyusuri dan berpose di depan gambar yang dinilainya menarik. Sesekali dia bergaya seakan tengah meniti jembatan kayu di latar yang menggambarkan suasana tebing dan jurang. “Mumpung liburan ke Jogja, sekalian mampir dengan keluarga dan membuat foto kenang-kenangan yang lucu” katanya.
Meski sudah cukup ramai dikunjungi, Majid mengatakan museum ini masih dalam tahap pengembangan. Rencananya tahun ini pihaknya akan lebih banyak memajang karya-karya seniman lokal dan menggunakan media yang lebih permanen seperti gambar langsung di lantai atau dinding. Agar tidak membosankan, gambar yang dipajang akan berganti setiap dua bulan sekali. “Saat ini mayoritas gambarnya masih printing, tapi ke depan akan terus dikembangkan sehingga tak hanya jadi sarana hiburan warga tapi juga ajang kreasi seniman di Kota Jogja” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Menikmati Keindahan Danau Baikal di Siberia Tenggara, Tertua di Bumi Berusia 25 Juta Tahun
- Liburan ke Garut, Ini Lima Tempat Wisata Alam Tersembunyi yang Layak Dinikmati
- Hindari Macet dengan Liburan Staycation, Ini Tipsnya
- Mengenal Fenomena Set Jetting dalam Berwisata, Ini Rekomendasi Lokasinya di Beberapa Kota
- Solo Traveling Semakin Tren, Ini Rekomendasi Destinasi yang Ramah di Kantong
Advertisement

Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran
Advertisement

Fenomena Kekhawatiran Menjawab Pertanyaan Menyebalkan Saat Kumpul Keluarga di Lebaran
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement