Advertisement
Asyik, Ada Kebun Bunga Celosia di Gunungkidul
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Katakan cinta dengan bunga. Ungkapan itu memang berlaku jika bunga yang dimaksud adalah bunga celosia.
Bunga yang bernama latin Celosia Plumosa itu memang terkenal sebagai salah satu bunga pengungkap cinta karena warnanya yang cerah dan indah. Agaknya, itulah yang membuat warga Dusun Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul berinisiatif untuk mengembangkan bunga yang identik dengan warna merah itu.
Advertisement
Tak salah, usaha warga itu pun membuahkan hasil. Kebun celosia itu kini menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Gunungkidul, khususnya bagi Anda yang penggila swafoto.
Untuk menuju taman bunga celosia pun tidaklah susah. Anda dapat mengambil akses menuju obyek Pantai Sepanjang. Nah, taman itu terletak di sebelah selatan jalan dan nampak jelas ketika terlihat dari jalanan.
Otak di balik ide kreatif tersebut ialah Eko Hardiyanto, 28. Warga Dusun Ngasem, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari ini mengatakan sebelum akhirnya sukses mengembangkan bunga celosia, dia sempat mencoba membudidayakan Bunga Matahari. Namun usaha itu gagal karena banyak bunga yang mati akibat tak tahan panas dan kurang air. "Saya sampai merugi hingga Rp5 juta," kata Eko, Jumat (11/5/2018).
BACA JUGA
Pengalaman pahit itu tak lantas membuatnya patah arang. Eko kemudian mencari informasi tentang bunga yang bisa ditanam di daerah minim air serta berbatu. "Saya browsing di Internet, bunga itu adalah celosia. Ternyata ada yang jual bibit, tepatnya di Bantul. Saya beli Rp 9 juta dan dapat 3000-an bibit," kata dia.
Setiap hari bibit tersebut ia rawat hingga berbunga. Eko sebenarnya berniat membuka obyek wisata itu pada libur lebaran. Namun lantaran lokasinya yang berada di tepi jalan, saat ini sudah banyak yang mampir.
Anda tertarik, tak mahal kok. Eko mematok tarif masuk yang ramah bagi kocek untuk setiap wisatawan, yakni Rp 5 ribu. Harga itu pun sudah termasuk parkir.
Seorang wisatawan asal Jogja, Edy Pramono, 32, mengungkapkan kedatangannya ke obyek wisata ini tidak direncanakan. Sebab ia justru hendak dalam perjalanan menuju pantai, tapi dari kejauhan melihat hamparan bunga berwarna-warni yang menarik perhatiannya.
Tanpa berpikir panjang, ia kemudian mengikuti arah dari taman bunga tersebut dan kemudian berhenti. "Sebenarnya saya mau ke pantai, tapi saya lihat ada bunga indah sekali dan mampir dulu. Cocok untuk memupuk benih cinta," candanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Pembangunan Konservasi Burung di Purwosari Ditarget Selesai 2029
Advertisement
Obat Palsu Ancam Nyawa, BPOM Perketat Pengawasan Usai Peringatan WHO
Advertisement
Advertisement
Advertisement



