Grojogan Pucung Seloharjo, Destinasi Wisata Eksotis dari Pundong

Pengunjung ketika menikmati keindangan Grojogan Pucung Seloharjo. - Ist/Sutanto
06 Januari 2019 23:17 WIB Kusnul Isti Qomah Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pundong adalah satu di antara 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Kecamatan Pundong memiliki tiga desa yakni Pangjangrejo, Srihardono dan Seloharjo.

Masing-masing desa di Kecamatan Pundong memiliki keunggulan. Desa Panjangrejo merupakan sentra kerajinan gerabah, Srihardono terkenal dengan sentra industri kerupuk dan bakmi dari bahan pathi ketela, sedangkan Seloharjo yang merupakan wilayah bukit dan berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul yang kaya dengan destinasi wisata alam.

Salah satu destinasi wisata eksotis yakni Grojogan Pucung. Grojogan alias air terjun ini dapat diibaratkan gadis cantik yang belum bersolek, karena keindahan pemandangannya yang terletak di dusun Kalipakem RT 04 Seloharjo Pundong Bantul.

“Kecantikan” air terjun yang masih alami ini, terletak di bawah tebing dusun Sorotopo. Di bagian bawah grojogan terdapat kedung yang bening airnya, mengalir ke bawah membentuk air terjun di dataran yang lebih rendah. Jadi air terjunnya bertingkat-tingkat. Untuk dapat sampai ke destinasi nan menawan ini, paling mudah dicapai melalui jalan Parangtritis.

Salah satu pengunjung dari Sanden Sutanto menuturkan, setelah sampai masjid Kalipakem terus ke Timur mengikuti jalan tanah lurus sekitar tiga ratus meter, di sini jalan mulai menanjak dan agak licin sampai tempat memarkir kendaraan. Untuk selanjutnya ditempuh dengan jalan kaki melewati jalan setapak. Setelah melewati pintu masuk sederhana dari bambu bertuliskan Selamat Datang di Kampung Pohon, pengunjung disuguhi dengan tantangan jembatan bambu yang diikat di pepohonan.

“Di jembatan bambu ini kita bisa berswa foto, karena latarbelakang pepohonan dan tebing sangat indah, jadi sayang sekali kalo kita tidak menyempatkan mengabadikan momen indah ini," ujar Sutanto dalam rilisnya, Minggu (6/1/2019).

Untuk sampai ke grojogan pengunjung masih harus terus menelusuri jalan setapak yang licin sekitar tiga ratus meter dengan lebar tak lebih 70 cm. Namun di sinilah jiwa petulangan tertantang.

Setelah perjalanan itu, rasa lelah pengunjung akan terbayar begitu menyaksikan indahnya pesona Grojogan Pucung. Air terjun yang bening dan deras tersebut berada di antara bebatuan yang dikelilingi teduhnya pohon yang rimbun. Di samping kanan kiri dilengkapi dengan bangunan bambu sederhana sekadar untuk melepaskan penat setelah menempuh perjalanan yang melelahkan.

Menurut Sutanto, Grojogan Pucung sangat potensial untuk dikembangkan, masyarakat sekitar sebaiknya swadaya dulu untuk melengkapi sarananya. "Sarana yang ada seperti gapura dan jembatan bambu sudah bagus, namun seyogyanya di sekitar grojogan dilengkapi dengan toilet dan jajanan tradisional khas Pundong agar pengunjung makin betah berada disini," pungkas Sutanto.

Lurah Desa Seloharjo Marhadi Badrun didampingi Carik Desa Arief Zulianto mengaku bahwa sampai saat ini pihak desa belum memberikan dukungan dana untuk Grojogan Pucung. “Sejauh ini pihak desa baru bisa menganggarkan untuk pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat desa. Saya berharap dari pembinaan ini destinasi wisata secara umum di Seloharjo bisa tertangani dan dikelola dengan baik," imbuh Marhadi.

Arief Zulianto yang juga mantan ketua Karangtaruna Dusun Kalipakem menambahkan, kendala pengembangan Grojogan Pucung disebabkan destinasi ini bersifat musiman. “Air terjun ada hanya pada musim penghujan saja, begitu memasuki musim kemarau enggak ada airnya lagi. Meski demikian sarana pendukung seperti jembatan bambu, perbaikan jalan menjadi target kami di waktu mendatang," pungkas Arief.