27 Dapur MBG di Boyolali Ditutup, Dana BGN dan IPAL Jadi Kendala
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Harianjogja.com, JOGJA—Menu sarapan di Jogja sangat beragam. Selain bubur gudeg dan bubur ayam ada juga nasi kebuli. Tak jauh dari pusat kota, masuk wilayah Sleman, tepatnya di Jalan Kaliurang kilometer 5,5 ada nasi kebuli yang sangat populer yaitu Nasi Kebuli Mas Hamid.
Lapak nasi kebuli ini sangat ramai hingga beberapa kali terlihat antrean mengerubungi lapak yang terpasang di motornya. Abdul Hamid, pemiliknya mengaku sudah berjualan sejak 2015. Setiap pagi, Hamid sudah siap menjajakan dagangannya pukul 07.00 WIB.
Kuliner ini merupakan olahan nasi yang dipengaruhi budaya Timur Tengah. Cara membuatnya serupa seperti nasi kuning atau nasi uduk di Indonesia, tetapi yang membedakan ialah penambahan daging yang menciptakan aroma yang sedap. Mulanya, nasi kebuli menggunakan daging kambing sebagai tambahan. Namun, Hamid lebih memilih menggunakan daging sapi untuk jualannya.
"Dari sananya pakai kambing [Timur Tengah], tapi saya pilih pakai daging sapi. Soalnya lebih netral, semua orang bisa makan," kata Hamid saat ditemui Harian Jogja di sela-sela dirinya melayani pembeli pada belum lama ini.
Daging sapi tersebut akan dipotong kecil-kecil kemudian dimasak bersama nasi dan bumbu rempah lainnya hingga matang. Tak heran bila nasi kebuli juga akrab disebut sebagai nasi rempah dari Timur Tengah.
Setiap hari, Hamid akan menyiapkan nasi kebuli dari sebanyak 16 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam sehari, ia bisa menjual 160 porsi nasi kebuli yang dikemas dalam wadah berbahan styrofoam. "Di sini pakai porsi kenyang. Bahkan sering ada yang bilang, porsinya kebanyakan," kata Hamid.
Untuk seporsi kuliner ini, pelanggan akan mendapatkan sajian nasi kebuli nikmat dengan aroma daging yang kuat. Citarasanya yang agak pedas berpadu dengan empuknya daging dan asam kismis yang tercampur di dalam nasi. Porsinya yang cukup banyak akan membuat waktu sarapan lebih puas. Terlebih dengan lauk setengah telur rebus.
Jika menginginkan lauk tambahan, Hamid menyediakan bakso tahu serta sate bakso sapi. Ukuran bakso tahu yang cukup besar akan membuat kita lebih kenyang. Belum lagi dengan sate bakso sapi pedas yang menggugah selera.

Seporsi Nasi Kebuli Mas Hamid ramah di kantong. Cukup dengan harga Rp10.000 Anda bisa kenyang sarapan pagi. Sedangkan, lauk tambahannya dibanderol seharga Rp2.500.
Lapak Nasi Kebuli Mas Hamid dapat ditemukan setiap pagi di seberang gerai Dunkin\' Donuts Jalan Kaliurang kilometer 5,5. Selain digemari oleh warga perumahan setempat, lapak Hamid seringkali diramaikan oleh mahasiswa dan kalangan pekerja yang mencari sarapan.
Jika ingin mencicipi Nasi Kebuli Mas Hamid, silakan datang lebih awal. Sebab, menginjak pukul 09.00 WIB dagangannya biasanya laris hingga habis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Tunisia tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-4 dari Jepang. Ali Abdi menangis dan mengkritik persiapan tim serta federasi.
Aplikasi cek nomor HP tak dikenal yang bisa membantu mengenali penelepon, memblokir spam, dan menghindari penipuan digital.
Deniz Undav, mantan buruh pabrik yang bangun jam 4 pagi, kini samai gol Messi di Piala Dunia 2026. Simak kisah comeback dan top skor terbaru.
Marc Marquez naik ke posisi empat klasemen MotoGP 2026 usai menang di Brno. Selisih poin pemuncak klasemen kini semakin ketat.
Lurah petahana di Gunungkidul tetap boleh maju Pilur 2026, tetapi wajib cuti setelah ditetapkan sebagai calon. Tahapan pemilihan telah dimulai.