Desa di Sleman Ini Bakal Dijadikan Desa Wisata Halal

Perwakilan dari Desa Wisata Pulesari menampilkan Tari Salak dalam final Festival Desa 2018 di Desa Wisata Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Minggu (18/11/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
05 Juli 2019 16:37 WIB Uli Febriarni Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- KKN Tematik Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) mengembangkan Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Turi, Sleman sebagai desa wisata bersertifikat halal.

DPL KKN tematik Kajian Halal, Imelda Fajriati menjelaskan, Dusun Pulesari dipilih menjadi salah satu pilot project destinasi desa wisata halal di Sleman, sebagai bentuk mendukung upaya pemerintah dalam menyongsong wajib Halal 2019 ini. Selain itu, sejalan dengan salah satu tema kegiatan KKN Tematik UIN Sunan Kalijaga Angkatan 99, yang mengangkat tentang Kajian Halal di kawasan setempat.

Dengan menjadikan desa wisata halal di Pulesari, Wonokerto, maka dapat mendukung terwujudnya Sleman sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia.

"Hal itu selaras dengan prestasi Global Halal Tourism 2019 yang menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama," kata perempuan yang juga pengelola Halal Center UIN Suka itu, Jumat (5/7/2019).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Sleman. Terlebih mengingat Dusun Pulesari yang menjadi lokasi KKN dan berada di lereng gunung Merapi, sangat potensial untuk dikembangkan.

"Di sana ada banyak produk unggulan daerah, seperti salak," ujarnya.

Kedepan, Halal Center UIN akan bekerjasama dan mendukung program wisata halal di daerah unggulan wisata Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih menuturkan, wisata halal merupakan alternatif pilihan inovasi, yang dapat dilakukan para pelaku desa wisata di Sleman, untuk memberikan layanan yang lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan-wisatawan muslim maupun non muslim yang berkunjung ke desa wisata.

"Ada jaminan atas kualitas produk boga yang dihasilkan, lebih terjaga kualitas dan halalnya. Begitu juga kenyamanan dan keamanan penginapan tentunya lebih terjaga," kata dia.

Menurut dia, desa wisata halal juga akan lebih meningkatkan kualitas sajian kesenian yang dipertunjukan sebagai atraksi di desa wisata setempat. Ia berharap, aktivitas pariwisata di desa-desa wisata di Sleman bukan saja memberikan nilai tambah ekonomi saja. Melainkan juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar dan meningkatkan rasa memiliki yang lebih atas desanya.

"Rasa memiliki bisa membentuk rasa kolektif warga untuk bergerak dinamis dan menjaga kesinambungan aset-aset wisata yang dimiliki. Baik berupa potensi alam dan budaya yang ada," ungkapnya.