Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ketua RT 11, Anwar Setyawantono, di depan mural Wiblukam 11, Senin (8/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Ramainya kawasan Kota Jogja oleh hotel dan wisatawan, bisa mendatangkan keuntungan bagi warga di sekitarnya jika disikapi dengan benar. Memaksimalkan potensi warga bisa menjadi salah satu pemanfaatan kondisi.
Salah satunya bisa ditemukan di RT 11, Kelurahan Cokrodiningratan. Di sini, warga mendirikan kampung wisata bernama Wiblukam, yang berarti Wisata Blusukan Kampug RT 11.
Ketua RT 11, Anwar Setyawantono, mengatakan kepada Harianjogja.com, Senin (8/7/2019), jika terbentuknya kampung wisata tidak lepas dari kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh beberapa hotel dengan tamu yang sering berjalan-jalan melewati perkampungan.
Selain itu, ia melihat kebanyakan ibu-ibu di kampungnya merupakan ibu rumah tangga, yang jika telah selesai dengan urusan dapur, siangnya mereka seringkali tidak mengerjakan apa-apa. Hal ini menimbulkan banyaknya bank plecit yang keluar-masuk kampung menawari warga untuk berhutang.
Dari situ lah timbul gagasan agar ibu-ibu lebih produktif sekaligus mengangkat perekonomian warga. Maka sejak 2016 ia bersama warga lainnya mengembangkan kerajinan jumputan, yakni membuat motif di atas kain dengan teknik-teknik tertentu. "Ini menjadi potensi yang akan mendukung kampung wisata," ungkapnya.
Momen yang membuatnya cukup yakin untuk mengembangkan jumputan ini adalah di tahun itu datang Telkom untuk perbaikan jaringan fiber optic. Tim dari pusat, Jawa Tengah, DIY dan Kota Jogja mendatangi kampungnya.
"Semua potensi saya tampilkan, termasuk jumputan dan pernak-pernik lainnya, dari Telkom memborong semuanya. Seiring itu saya buat kampung wisata," ujarnya.
Setelah itu warga mempercantik kampungnya dengan berbagai mural di setiap dinding. Sehingga tidak hanya membeli oleh-oleh, pengunjung juga bisa menikmati suasana kampung yang bersih dan artistik.
Selain itu fasilitas penunjang juga telag lengkap, seperti homestay, kuliner, laundry, sewa mobil dan beberapa pelatihan seperti membuat jumputan serta jumparingan. "Untuk pelatihan jumputan cukup membayar Rp100.000 sudah bisa berlatih sekaligus dibawa pulang," katanya.
Lurah Cokrodiningratan, Narotama, mengatakan di kampung wisata itu, pihaknya berupaya agar semua keperluan pengunjung bisa disediakan warga, sehingga aliran ekonomi benar-benar masuk ke warga. "Tamu hotel yang sering lewat di sini jadi segmen pasar kami," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tanggal 9 Oktober 2026 memperingati Hari Pos Sedunia, Hari Hangul Korea Selatan, dan Hari Kemerdekaan Uganda. Simak sejarahnya.
Prakiraan cuaca DIY Jumat 9 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu Jogja mencapai 33°C, sementara gelombang laut selatan perlu diwaspadai.
DPRD Kulonprogo mendorong Perumda Aneka Usaha terus berinovasi agar pengelolaan bisnis semakin berkembang dan kontribusi PAD meningkat.
Atik Sunaryati resmi menjadi Lurah Candibinangun dan berkomitmen mengalokasikan gaji serta tanah pelungguh untuk kepentingan warga.
KUSTOMFEST 2026 High Octane digelar di Jogja pada 10-11 Oktober dengan program otomotif, seni, musik, dan builder internasional.