Kerlap-Kerlip Lampu di Eks Kampung Kumuh

Suasana Kampung Gayeng Lampion Festival di Dusun Gerdu RT 002/RW 006, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri, Sabtu (3/8 - 2019) malam. (Istimewa/Yosep Bagus)
07 Agustus 2019 13:37 WIB Cahyadi Kurniawan Wisata Share :

Harianjogja.com, WONOGIRI - Suasana Kampung Gerdu, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berbeda. Sebulan ini, kampung ini kian semarak dengan beraneka ragam lampion yang dipasang di segala sudut kampung. 

Ya, sekitar 300 lampion sengaja dipasang di sepanjang 150 meter jalan di Kampung Gerdu yang juga dikenal sebagai kawasan Ponten sebagai rangkaian Fountain Culture Festival atau Festival Lampion yang digelar hingga 1 September 2019.

Inisiator Kampung Gayeng Lampion Festival, Ashari Mursito Wisnu, mengatakan setiap akhir pekan atau Jumat-Minggu, festival akan dimeriahkan dengan aksi pembikinan mural secara langsung, pertunjukan akustik, hingga pameran kuliner pada Jumat dan Sabtu malam.

Sedangkan pada Minggu pagi, pengunjung disuguhi hiburan musik lainnya. “Kami sengaja memadamkan lampion saat tengah pekan supaya anak-anak di sini bisa belajar dengan nyaman. Kalau ada keramaian setiap hari, kami khawatir berdampak kepada belajar mereka,” tutur dia, baru-baru ini.

Bagi Wisnu, festival lampion dan sederet kegiatan pengisi itu merupakan kelanjutan dari misi transformasi kampung dari kesan kumuh menuju kampung yang lebih sehat.

Pembenahan dan upaya mempercantik kampung terus dilakukan mulai dari penataan drainase, pembuatan mural, hingga mengubah perilaku tak sehat dari warga kampung.

“Kini, tak ada lagi dijumpai dapur atau mencuci piring di teras rumah. Semua masuk ke dalam. Warga lansia yang sebelumnya tak bekerja, kini bisa berjualan makanan. Kami berharap kampung ini bisa lebih sehat dan warga bisa lebih berdaya,” harap dia.

Ke depan, lanjut Wisnu, festival lampion bisa menyebar ke kampung-kampung sekitar Kampung Gerdu dan Ponten. Hal itu berimbas pada makin beragamnya atraksi yang disajikan.

“Temanya kali ini kan kampung gayeng bahwa kampung itu ya yang guyup rukun, menyenangkan. Semoga ini bisa menginspirasi kampung lain untuk berpartisipasi di sini,” harap Wisnu.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, saat menghadiri pembukaan Festival Lampion di Kampung Gerdu, Sabtu (3/8/2019) malam, merasakan aura berbeda di kampung yang dulunya dikenal kawasan kumuh itu.

Di panggung, Edy menceritakan pengalamannya datang ke kampung itu tiga bulan lalu. Semua terlihat biasa saja. Jalan, drainse, dan deretan-deretan rumah yang masih sama seperti kedatangannya sebelumnya. Namun, malam itu, ia mengaku takjub.

“Saya kok bingung. Rasanya, saya tidak sedang di Ponten, tapi di Inggris,” tutur Edy, disusul riuh tawa dan tepuk tangan hadirin.

Tak banyak yang Edy sampaikan karena seolah tak tahan ingin berkeliling menikmati deretan stan kuliner di bawah temaram 300 lampion sepanjang sekitar 150 meter jalan kampung. Di sela-sela kemeriahan malam itu, ada pula pertunjukan musik akustik dari grup band lokal.

“Saya hanya berharap semangat dari Ponten ini bisa digelar rutin setiap tahun dan diperluas ke kampung-kampung di sekitarnya. Ponten bisa jadi pelopornya,” pesan Edy kepada warga Ponten.

Sumber : solopos.com