Advertisement
Rumah Romawi Kuno di Italia yang Terkubur Abu Dibuka Kembali
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu rumah Romawi kuno yang paling indah di Italia, telah dibuka kembali untuk umum setelah ditutup selama 36 tahun karena rusak. Rumah tersebut terkubur di bawah berton-ton abu ketika Gunung Vesuvius meletus pada 79 masehi.
Dengan menggunakan teknik inovatif, tim restorasi telah menyelamatkan karya seni yang mewah di Rumah Bicentenary, sebuah bangunan tiga lantai di Herculaneum yang dihancurkan oleh gunung berapi di dekatnya itu.
Advertisement
Rumah itu awalnya ditemukan pada 1938 dan bertepatan dengan peringatan 200 tahun penggalian yang telah mengungkapkan keberadaan kota yang telah lama hilang.
"Ini adalah permata di situs ini dan pembukaannya hari ini benar-benar menandai kesempatan besar untuk seluruh kebangkitan situs ini dan untuk warisan ini, yang unik di dunia," kata Leslie Rainer, seorang ahli di Konservasi Getty Institute, yang membantu proyek ini, dilansir Reuters, Kamis (24/10/2019).
BACA JUGA
Reruntuhan Herculaneum lebih padat dan terlestarikan lebih baik karena terkubur dalam abu yang jauh lebih dalam, yang menghalangi kehadiran pencuri. Rumah itu menyimpan kekayaan yang lebih mencolok.
Bicentenary House adalah rumah bagi Gayus Petronius Stephanus dan istrinya Calantonia Themis. Situs itu merupakan salah satu rumah pribadi terbaik pada zamannya, dengan lantai mosaik dan lukisan dinding yang terpelihara dengan baik yang menggambarkan pemandangan mitologis dan motif arsitektur dan hewan.
Rumah itu mengarah ke jalan utama Herculaneum dan pintu masuknya memiliki panggangan kayu geser, yang selamat dari api vulkanik.
"Umurnya 2.000 tahun. Ini satu-satunya dengan dekorasi yang halus," kata Domenico Camardo, kepala arkeolog di Proyek Konservasi Herculaneum.
Seperti banyak rumah di Pompeii, Rumah Bicentenary dibiarkan bertahun-tahun salah urus dan bobrok, memaksa penutupannya pada 1983.
"Karena masalah pembusukan dan pengabaian, bukan disebabkan oleh sesuatu yang traumatis seperti perang saudara atau gempa bumi. Hanya dengan kegagalan sistem publik untuk melakukan pemeliharaan sehari-hari, ”kata Jane Thompson, yang mengawasi Proyek Konservasi Herculaneum.
Restorasi sebelumnya berbahaya karena menutupi lukisan dinding dengan bahan yang dimaksudkan untuk melindungi warna dan gambar, tetapi pada akhirnya menyebabkan terkelupas.
Tim konservasi menemukan cara untuk menghilangkan veneer berbahaya dengan aman dan menyimpan karya seni kuno di bawahnya.
"Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan bahan dan metode baru yang inovatif untuk konservasi yang dapat digunakan di lokasi dan di tempat lain,” kata Rainer, menjelaskan bahwa lukisan dinding lain di lokasi tersebut telah ditutupi oleh lapisan yang sama dan merusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Warga Kutoarjo Bisa Cek Jadwal Prameks ke Jogja Kamis 19 Maret 2026
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






