Bromo Ditutup Sebulan untuk Kendaraan, Wisatawan Boleh Naik Kuda

Tiga orang menunggang kuda dengan latar belakang Gunung Bromo yang menyemburkan abu vulkanis di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). - Antara/Umarul Faruq
20 Januari 2020 17:27 WIB Novita Sari Simamora Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup Kawasan Wisata Gunung Bromo, terutama Kaldera Tengger, bagi kendaraan bermotor mulai 24 Januari 2020 hingga 24 Februari 2020.

Kegiatan wisata lain tetap dibolehkan dengan menggunakan kuda, sepeda, tandu maupun jalan kaki.

Sebagaimana dimuat di laman TNBTS pada Senin (20/1/2020), batas kendaraan untuk pengunjung yang melalui pintu masuk Coban Trisula Malang sampai dengan Jemplang, untuk pintu masuk Cemorolawang Probolinggo sampai dengan Cemorolawang sedangkan dari pintu masuk Resort Gunung Penanjakan Pasuruan sampai dengan Pakis Bincil.

Aktivitas pelarangan kendaraan bermotor (car free month/CFM) ini bertujuan untuk menghargai budaya Tengger yaitu memasuki wulan kepitu serta memberikan kesempatan pemulihan ekosistem kawasan Gunung Bromo.

Wulan Kepitu adalah bulan ketujuh dalam kalender masyarakat Tengger dan merupakan bulan yang oleh sesepuh/tokoh masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan (megengan wulan kepitu).

Biasanya, bulan ketujuh selama satu bulan penuh, para sesepuh Tengger melakukan laku puasa mutih, yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan Maha Pencipta.

Untuk menghormati megengan wulan kepitu, maka aktivitas di kawasan Kaldera Tengger (Laut Pasir, Bromo, Savana dan sekitarnya) dan sekitarnya tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermotor.

Car free month merupakan salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu penghormatan terhadap adat/budaya (kearifan lokal) masyarakat Tengger sekaligus merupakan momentum untuk memulihkan (recovery) ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia