Okupansi Hotel Mulai Naik, Platform Siapkan Inovasi

Ilustrasi hotel. - Ist
16 Juli 2020 08:17 WIB Newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Okupansi hotel di berbagai wilayah di Indonesia terutama di Pulau Jawa mulai menunjukkan peningkatan seiring memasuki new normal. Meski demikian sebagian besar pengguna hotel masih bersifat perseorangan bukan dari kelompok atau lembaga. Sejumlah platform digital pun disiapkan untuk menunjang industri perhotelan ini agar berkembang di tengah pandemi.

Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPP Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) AB Sadewa menjelaskan tingkat okupansi hotel sudah mulai terjadi peningkatan saat memasuki new normal atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kenaikan itu terjadi sekitar 30% saat hari biasa dan 50% saat weekend dibandingkan saat pandemi corona dengan okupansi sangat rendah mencapai satu digit.

BACA JUGA : Hotel & Restoran di Jogja Mulai Simulasi Pembukaan

“Kondisi okupansi setiap wilayah berbeda-beda, terutama wilayah zona merah dan hitam, tetapi khususnya untuk Pulau Jawa saat ini mulai membaik. Semoga bisa terus meningkat dan diikuti oleh sektor lain,” katanya dalam webinar Tiket Flexi, Rabu (16/7/2020).

Namun pengguna hotel tersebut lebih banyak didominasi oleh pengguna individu atau keluarga. Belum signifikan untuk pemesanan yang dilakukan dari kalangan kelompok, lembaga pemerintah atau swasta. Peningkatan itu sudah sangat baik dibandingkan sebelumnya, setidaknya 1.600 hotel anggota PHRI di Indonesia yang terpaksa harus tutup karena tingkat keterisian kamarnya sangat rendah bahkan di angka single digit.

BACA JUGA : Terdampak Pandemi Corona, Bisnis Hotel Bujet Airy Berhenti 

 “Semoga situasi kembali normal pada triwulan ketiga atau keempat, kami terus berinovasi dengan berbagai kebiasaan baru seperti harus sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Memasuki era kebiasaan baru ini sejumlah platform digital pun menyiapkan sejumlah program seperti halnya tiket.com yang meluncurkan Tiket Flexi yang memberikan fleksibilitas bagi konsumen hotel. Di mana setelah memesan hotel, konsumen bisa menggunakannya sampai kapan pun dalam tenggang waktu selama setahun.

“Kami yakin sektor wisata dan perhotelan ini akan bangkit lagi, sehingga kami memunculkan inovasi untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Co Founder & Chief Marketing Officer Tiket.com.

Inovasi yang dilakukan diharapkan dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata terutama perhotelan. Pihaknya telah bekerja sama dengan 400 hotel untuk menjalankan program tersebut dan akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya.

BACA JUGA : 1.642 Hotel di Indonesia Tutup karena Pandemi Covid-19

 “Ini bisa membantu hotel untuk memudahkan pengunjung karena pengguna lebih fleksibel mau memakai kapan saja, kami optimistis ini bisa terus berkembang untuk sektor perhotelan,” katanya.