KABAR WISATA: Sensasi Bersepeda Blusukan Kampung, Tempat Wisata hingga Pasar Tradisional di Jogja

Pegowes melewati kawasan Pasar Telo dalam Wisata Bersepeda Jogja Bike, Jumat (30/10/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
30 Oktober 2020 15:57 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mengunjungi suatu tempat wisata atau pusat kuliner di Kota Jogja mungkin sudah menjadi hal biasa dilakukan wisatawan. Namun berkeliling dari hotel ke tempat wisata, pusat kuliner, perkampungan hingga perkebunan di Kota Jogja menggunakan sepeda bisa menjadi alternatif pilihan di tengah pandemi Covid-19.

Bagi wisatawan dari luar DIY tak perlu lagi membawa sepeda, karena sudah tersedia layanan ini. Platform digital Jogja Bike melalui aplikasi Ina Bike mengembangkan konsep wisata ini dari sebelumnya ketersediaan sepeda hanya berpusat di Malioboro. Kini layanan diperluas menjangkau berbagai tempat wisata di Jogja dengan didampingi tour guide melalui kerja sama dengan komunitas sepeda. Sebelumnya Pemerintah Kota Jogja juga membuat rute khusus bersepeda, tetapi wisatawan membawa sepeda secara mandiri, kali ini ada sepeda khusus yang bisa dipakai.

BACA JUGA : Wisatawan Luar DIY Mulai Berdatangan

Layanan ini secara resmi diujicobakan melalui Wisata Bersepeda Jogja Bike pada Jumat (30/10/2020) pagi oleh Wali Kota Jogja Haryadi Suyudi bersama jajarannya serta komunitas sepeda dengan start dari Hotel Gaia Cosmo, Jalan Timoho, Kota Jogja. Sejumlah perwakilan organisasi seperti Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (ASITA) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) turut ikut bersepeda serta sejumlah perwakilan wisatawan.

Para pegowes ini melewati sejumlah objek wisata, perkampungan yang memiliki sentra pendukung pariwisata hingga pusat kuliner dan tempat oleh-oleh hingga pasar tradisional. Rute yang dilewati antara lain dari Jalan Timoho menuju Gudeg Pawon, Bakpia Kurniasari Glagah, Kampung Celeban, Taman Wijaya Brata, Sentra Batik Jumputan, Batik hingga Taman Siswa Ibu Pawiyatan. Titik-titik tersebut selama ini adalah perkampungan yang memiliki potensi dan layak dikunjungi wisatawan.

Para pegowes kemudian melanjutkan perjalanan ke Surokarsan menuju Jembatan Kali Code kemudian berhenti di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Brontokusuman yang berada di pinggiran Kali Code. Di lokasi ini pesepada berhenti di sebuah pendopo di bibir Kali Code. Wisatawan bisa menikmati berbagai kuliner buatan warga setempat, salah satunya sate ketela yang menjadi ciri khas.

BACA JUGA : Wisata di Jogja Menggeliat di Tengah Meroketnya Corona

Setelah berhenti sekitar 20 menit, pegowes kemudian melanjutkan perjalanan dengan melewati rute Jalan Prawirotaman, Pasar Prawirotaman, Menukan, Pasar Telo.  RSUD Wirosaban, Ki Ageng Pemanahan, Area Persawahan Giwangan, Mie Ayam Bu Tumini kemudian setibanya di simpang empat Giwangan berbelok ke kanan menuju Kompleks Plasma Nutfah Pisah sebagai titik akhir rute. Di kompleks ini wisatawan bisa melihat sekaligus menikmati berbagai jenis buah pisang yang bisa langsung diambil dari pohon.

Komisaris Utama Jogja Bike Triyanto mengatakan upaya penyajian wisata bersepeda itu bagian dari respons banyaknya minat masyarakat untuk gowes saat pandemi meski perekonomian menurun. Sebelumnya ia membuka layanan di Kawasan Malioboro, namun di tahun kedua pihaknya memperluas layanan. Wisata bersepeda ini sepenuhnya menggandeng perkampungan di Jogja yang memiliki banyak potensi serta keunikan serta layak dikunjungi.

“Rute untuk bersepeda, konsep kami ke tempat wisata tetapi dilewatkan kampung atau persawahan, karena bersepeda lagi diminati, maka kami tangkap agar sekaligus bisa meningkatkan perekonomian perkampungan

Karena masih awal pihaknya belum menentukan harga setiap paket perjalanan. Menurutnya paling utama yaitu mendatang wisatawan lebih dahulu untuk dapat menjajal wisata bersepeda. Proses pemesanan bisa melalui aplikasi online Ina Bike serta secara offline. Untuk ketersediaan sepeda pihaknya bekerja sama dengan komunitas sehingga tidak semua menggunakan sepeda Jogja Bike.

“Di awal kami gratiskan dahulu untuk menarik wisatawan agar bisa menikmati bagaimana sensasi bersepeda melewati perkampungan, persawahan. Kami kerja sama dengan komunitas juga sebagai mitra untuk menyediakan sepeda,” katanya.

Wakil Wali Kota Jogja Heore Poerwadi mengatakan saat ini pihaknya sedang merumuskan sejumlah rute bersepeda untuk bisa menyuguhkan kepada wisatawan agar menikmati Jogja dengan cara berbeda. Rute tersebut mengintegrasikan antara potensi perkampungan yang memiliki keunggulan wisata atau kerajinan, hotel dan objek wisata.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Jogja Bakal Kebanjiran Wisatawan 

“Sehingga kami perlu menggandeng banyak pihak seperti komunitas, korporasi termasuk Jogja Bike ini, agar bisa menyuguhkan bagaimana menikmati Jogja dengan cara berbeda melalui sepeda,” katanya.

Wisatawan tak perlu khawatir karena pengelola layanan tersebut menerapkan protokol ketat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Selain itu wisatawan harus patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditentukan.