Menikmati Lezatnya Soto Kembang Durian di Perbukitan Menoreh

Soto Kembang Durian bikinan Siti Qodriyah di Omah Duren, Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
06 November 2020 22:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Wisata Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Bagi pecinta kuliner unik, tak ada salahnya berkunjung ke Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo. Di sana ada UMKM yang menyajikan aneka kuliner dari olahan buah durian, salah satunya adalah soto kembang durian.

Sesuai namanya, soto ini menggunakan kembang durian sebagai bahan utama. Kembang durian yang biasanya hanya dijadikan makanan ternak itu menggantikan suiran daging ayam atau sapi yang lazim ditemui di soto-soto di Indonesia.

Bagi siapapun yang baru pertama kali melihat soto ini, dipastikan bakal tertipu karena mengira kembang durian yang tersaji adalah suiran daging. Barulah, ketika mencicipi suiran tersebut akan terasa bedanya.

Ada cita rasa unik yang mungkin tidak akan dijumpai di soto-soto lainnya. Sebab aroma buah durian yang seperti diketahui cukup menyengat itu bakal tercium ketika kita memakan suiran tersebut. Dari segi teksur, kembang durian yang tersaji dalam soto ini mirip seperti jamur tiram rebus yang berpadu dengan kol goreng. Saat dikunyah suiran bunga terasa begitu lembut, tapi di sisi lain tetap renyah.

Soto kembang durian ini bisa ditemukan di UMKM Omah Duren Kalibawang, Klangon, Petreonalan, Banjaroya, Kalibawang. Penciptanya adalah Siti Qodriyah, yang juga merupakan istri pemilik dari Omah Duren, Mukhlasin.

Siti menuturkan Ide pembuatan soto kembang durian itu bermula dari keikutsertaannya dalam lomba memasak olahan durian yang diadakan desanya beberapa tahun lalu. Ketika itu, Siti kebingungan mencari buah durian karena waktu itu belum musim durian. Ia kemudian berputar otak bagaimana membuat olahan durian tanpa harus menggunakan buah. Dari situlah Siti terbesit menggunakan kembang durian yang memang sangat mudah ditemukan di rumahnya.

"Saya tanya dulu ke panitia, kalau pakai kembang durian boleh tidak, nah dijawab boleh jadinya saya coba deh itu masak pake kembang durian. Waktu itu belum buat soto, melainkan oseng kembang durian. Hasilnya dalam lomba itu saya menang," kata Siti saat ditemui di Omah Duren, Jumat (6/11).

Seusai dinyatakan menang, Siti kemudian didapuk untuk mewakili Banjaroya ke lomba serupa di tingkat kapanewon. Hasilnya Siti dengan oseng duriannya kembali meraih juara. Setelah itu, ia bersama UMKM Omah Duren maju ke tingkat kabupaten untuk memeriahkan pameran UMKM. Dalam kesempatan itu Siti, diminta panitia dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) untuk membuat olahan durian selain oseng bunga untuk disajikan kepada Bupati Kulonprogo.

"Nah dari situ saya coba-coba lagi buat masakan baru dari kembang durian ini, hasilnya ketemu itu buat soto kembang durian dan sudah dicoba bupati juga," kenangnya.

Rangkaian itu membuat tekad Siti untuk membuka kedai di Omah Duren yang menyajikan soto kembang durian kian bulat. Tak dinyana, inovasi ini mendapat perhatian positif dari masyarakat. Siti mengungkapkan banyak wisatawan yang sengaja datang ke Omah Duren selain untuk membeli aneka camilan olahan durian juga secara khusus ingin mencoba soto buatannya. Adapun harga satu porsi soto kembang durian ini hanya dipatok Rp8.000.

 Salah satu pengunjung spesial Siti adalah keluarga Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana. Fajar bersama istrinya menyempatkan diri bertandang ke Omah Durian untuk sekadar membeli camilan durian dan soto kembang durian bikinan Siti itu.

"Saya baru pertama kali coba soto ini, dan ternyata cita rasanya khas banget. Rasa durennya itu terasa sekali dan tidak kalah dengan soto ayam atau sapi," ujar istri Wabup, Erna Fajar Gegana.

Sementara itu, Fajar Gegana mengaku sangat terkesan dengan kreativitas Omah Duren yang telah berhasil mengolah buah durian menjadi aneka camilan dan kuliner. Di omah duren kata Fajar, tidak hanya menyajikan soto kembang durian, adapula keripik kulit durian, kripik biji durian, dan olahan lainnya. Ia pun berharap UMKM ini dapat terus berkembang dan produk olahannya bisa merambah pasar nasional.

"Kami dari Pemkab Kulonprogo sangat mendukung dan mengapresiasi UMKM ini, semoga dapat terus berkembang," ujarnya.