Advertisement
Nikmatnya Berbuka sambil Menikmati Panorama Persawahan Lembah Menoreh
Sejumlah pengunjung saat menunggu buka puasa di rumah makan Dadap Sumilir yang berada di kalurahan Pendoworejo, kapanewon Girimulyo, Kulonprogo pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Wisata kuliner sembari menikmati panorama alam dan persawahan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari Kulonprogo maupun DIY. Potensi tersebut coba ditangkap oleh rumah makan Dadap Sumilir yang berada di kalurahan Pendoworejo, kapanewon Girimulyo, Kulonprogo.
Susi Yantiningsih, 36, selaku pemilik rumah makan Dadap Sumilir, mengatakan konsep rumah makan yang dikelolanya tersebut memadukan antara tradisional dan modern.
Advertisement
"Kami mengusung konsep tradisional dan modern ya. Dari unsur tradisional kami ada pendopo sebagai bangunan utama dan menu andalan kami baik makanan maupun minuman yang khas, seperti pepes, sego wiwit, garang asem, makanan angkringan, dan kalau minuman ya wedang uwuh," kata Susi Yantiningsih pada Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Ini Tujuh Masjid Unik yang Wajib Dikunjungi
Sementara itu, dari unsur modern rumah makan Dadap Sumilir menyediakan sejumlah spot foto. Di antaranya tiga spot foto. Semua spot foto mempunyai latar belakang sawah. Pengunjung tidak hanya fokus makan, akan tetapi berswafoto maupun foto bersama di spot foto yang disediakan.
"Kita ada live music juga. Kopi juga kami menyediakan ya, kebetulan anak muda sekarang sudah gemar minum kopi ya. Pelanggan banyak yang datang dari kalangan anak muda, kedua dari kalangan keluarga," kata Susi.
Selama Ramadan, tidak sedikit keluarga besar maupun pasangan datang ke Dadap Sumilir untuk berbuka bersama. Mereka datang sore hari ketika matahari masih berada langit sebelum tenggelam di ufuk barat, sembari menikmati panorama indah pegunungan Menoreh.
Baca juga: Aveta Hotel Tawarkan Sensasi Buka Puasa di Tengah Suasana Malioboro
"Untuk harga menu saat buka puasa, kami hitung nasi dan sayur itu Rp10 ribu. Sedangkan, untuk tambahan lauk sekitar Rp9.000. Di bulan Ramadan kami buka sejak pukul 11.00 wib siang. Paket Ramadan juga kita siapkan dengan terlebih dahulu reservasi kami," kata Yanti.
Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati usaha Dadap Sumilir dan sejumlah pelaku usaha baik di wilayah kapanewon Nanggulan maupun kapanewon Girimulyo berada di kawasan strategis. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mendapat perhatian lebih dan jika perlu dapat dijadikan pilot project program kolaborasi OPD dalam pengembangan kawasan wisata.
"Mereka juga harus diapresiasi karena telah ikut dalam upaya mengembangkan perekonomian masyarakat, hal ini senada dengan tema Kulonprogo pada 2021 yaitu memanfaatkan program strategis nasional untuk kebangkitan dan kemajuan ekonomi Kulonprogo," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Akhir Pekan Jadi Waktu Favorit Wisatawan Kunjungi Kawasan Kaliurang
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







