Obelix Hills, Primadona Baru Wisata Ketinggian di Prambanan

Suasana Obelix Hills yang berada di Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
10 Mei 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Objek-objek wisata baru di Sleman seperti tak pernah habis. Menawarkan berbagai keindahan alam, Obelix Hills yang berada di Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman menjadi primadona baru para penikmat wisata ketinggian. Seperti apa? Berikut laporan Wartawan Harian Jogja Abdul Hamid Razak.

Akses jalan menuju Obelix Hills cukup mudah tapi menantang. Lokasinya berada di wilayah perbukitan Prambanan dengan jalan cor halus dikombinasi dengan jalan beraspal. Letaknya berada setelah wisatawan melalui beberapa objek wisata lainnya di perbukitan itu, seperti Tebing Breksi, Candi Ijo dan Batu Papal.

BACA JUGA : Begini Kondisi Sejumlah Objek Wisata di Sleman Saat 

Saat Harianjogja.com mengunjungi lokasi wisata ini, ratusan pengunjung sudah memadati lokasi ini. Tua muda, rombongan keluarga hingga komunitas berduyun-duyun ke lokasi untuk menikmati pemandangan indah dari ketinggian. Lokasi Obelix Hills berada di ketinggian sehingga wisatawan leluasa memandang sunset dari puncak tertinggi di bukit Prambanan.

Topografi Obelix Hills memang tidak sepenuhnya rata, sebab sebagian merupakan batuan breksi. Bebatuan breksi berukuran raksasa masih tertancap aman di lokasi ini. Beberapa titik juga dijadikan spot-spot untuk selfie. "Dulu wilayah ini dikenal dengan Bukit Klumprit. Kami bangun dengan konsep wisata yang berbeda," kata Owner Representative Obelix Hills Robertosan.

Robert mengatakan, ada banyak spot-spot untuk selfie dan arena bermain yang ciamik. Misalnya, kata Robert, ada Casa Mexiana dengan bangunan warna-warni yang membuat pengunjung merasakan nuansa meksiko pertama di Jogja. "Itu bangunan sebenarnya toilet tapi kami bentuk sesuatu yang tidak terduga bagi wisatawan," katanya.

Selain itu, ada spot Picnic on The Sky, dek kayu yang berada di ujung tebing dengan pemandangan fantastis. Ada juga The Plaza of Star merupakan area plaza yang luas di area tebing Obelix Hills. Lokasinya yang di depan menjadikan area ini menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati pemandangan sunset dan hamparan bintang.

"Untuk mushola, kami sediakan mushola on the rock karena berdiri di atas bebatuan breksi. Ini semua batunya alami, terutama saat sore hari luar biasa indahnya," katanya sambil menunjuk bebatuan raksasa.

BACA JUGA : Pelancong Melonjak, Pariwisata Sleman Mulai Pulih

Tidak kalah menarik, lanjut Robert, wisatawan bisa bersantai sembari menikmati pemandangan dengan duduk di atas ratusan bean bag. Belum lagi ada Three Mountains Tent di mana tenda putih raksasa dibentuk laiknya gunung besar. Selain itu ada restaurant Pulen Kopi Ponti, Rock Bar, The Edge at Rock Bar, Sky Walk at Rock Bar, Eagle Nest, dan The Swings.

"Semua dibuat 30 spot kekinian, colourfull agar lebih dan ramah bagi keluarga. Jadi konsepnya ceria karena ke sini orang pasti ingin gembira," ucap Robert.

Didukung Masyarakat

Ide membuat Obelix Hills, lanjut dia sudah ada sekitar setahun lalu. Dulunya, lokasi tersebut merupakan Bukit Klumprit. Namun potensi yang ada belum sepenuhnya muncul. Keberadaan Obelix pun diharapkan mampu mengangkat potensi wisata di daerah tersebut. Termasuk pemberdayaan kepada masyarakat.

"Ya saat ini memang lagi pandemi Covid-19, masyarakat membutuhkan wisata out door sehingga kami berani membuka lokasi ini saat pandemi," ujar dia.

Ia mengatakan pendirian Obelix Hills juga didukung oleh masyarakat sekitar. Dari delapan hektare yang dikelola, pihaknya baru mengelola dua hektare. Adapun karyawan dari sekitar 100 orang, 80% merupakan warga setempat.

"Sebelum kami buka, warga yang menjadi karyawan kami training bagaimana melayani wisatawan. Sebab ini kegiatan baru bagi mereka, kami edukasi mereka karena kami utamakan servis yang baik bagi pengunjung," katanya.

BACA JUGA : Pembatasan Diterapkan, Kunjungan Wisata ke Sleman Anjlok 

Tidak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan BUMDes Wukirharjo di mana area parkir dikelola oleh BUMDes dengan sistem bagi hasil. Semua fasilitas perparkiran disedikan oleh Obelix Hills sementara pelayanan dilakukan oleh BUMDes Wukirharjo. "Untuk awal buka ya tidak ada target. Tetapi kami akan terus evaluasi untuk meningkatkan pelayanan," kata Robert.

Sulap Bebatuan

Ketua BUMDes Wukirmandiri Krisna mengatakan warga dan BUMDes sangat bersyukur keberadaan Obelix Hills di lokasi tersebut. Mereka juga akan terus belajar untuk mengelola perparkiran dan melayani pengunjung. "Ini baru buka saja sudah banyak yang datang. Kami akan terus belajar. Meskipun kapasitas parkirnya masih seperti ini kalau kurang akan kami tambah lagi," ujar Krisna.

Destinasi ini yang menawarkan pemandangan Kota Jogja dari atas bukit, dengan susunan batu purba sehingga tercetus dengan nama Obelix yang identik dengan zaman batu. Obelix Hills menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berwisata di Jogja, bersama keluarga maupun kerabat.

“[Wisata] Jogja gak pernah mati, muncul baru dan baru. Kemudian kami melihat tempat ini potensi, dan warga di sini welcome. Kami menyulap batu-batu ini menjadi tempat yang nyaman, tanpa merusak yang ada,” ucapnya.

BACA JUGA : Di Sleman, Wisata Alam Dinilai Paling Konsisten Terapkan 

Operations Manager Obelix Hills, Monika Priyatno mengatakan pihaknya menyulap batu-batuan breksi menjadi tempat yang nyaman dan tanpa merusak alam. Untuk beberapa spot dan arena ada tiket yang dibayar. Seperti Single Swing dengan tarif Rp30.000, Couple Swing bertarif Rp50.000, Eagle Nest 15.000, The Edge at Rock Bar Rp25.000 per dua jam, dan Casa Mexiana Rp10.000.

Selama pandemi protokol kesehatan juga menjadi perhatian. Kapasitas yang sebenarnya bisa menampung hingga seribu orang dalam satu waktu, dibatasi hanya 200-300 orang. "Untuk setiap Senin-Kamis Obelix Hills buka mulai 10.00-22.00 WIB dengan tiket masuk Rp15.000, dan Jumat-Minggu serta libur nasional 09.00-23.00 WIB, dengan tiket masuk Rp20.000," katanya.