Berwisata ke Telaga Bedakah, Tak Lengkap Tanpa Tempe Kemul

Tempe kemul, kuliner khas Wonosobo. - Instagram @wonosobozone
03 Juli 2021 13:37 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Berkunjung ke Wonosobo maka tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas daerah setempat. Selain carica dan nasi megono, makanan yang wajib Anda jajal ialah tempe kemul.

Berbeda dengan mendoan, tempe kemul adalah tempe yang diselimuti adonan tepung yang sudah dibumbui lalu digoreng hingga menghasilkan tekstur kriuk. Jika biasanya tempe mendoan menggunakan campuran daun bawang, maka tempe kemul menggunakan irisan kucai.

Kata kemul berasal dari bahasa Jawa yang berarti selimut. Adonan yang lebih banyak tepungnya daripada tempe seolah membuat tempe seperti diselimuti. Tempe kemul cocok untuk camilan maupun lauk.

Seperti gorengan pada umumnya, menikmati tempe kemul paling nikmat ketika baru saja diangkat dari penggorengan. Udara dingin Wonosobo menjadikan kenikmatan tempe kemul meningkat berkali-kali lipat. Tempe ini banyak dijajakan di berbagai tempat wisata di Wonosobo.

Sayangnya, bagi wisatawan luar daerah yang ingin mencicipi tempe kemul ini tidak bisa membawanya pulang sebagai oleh-oleh lantaran jika tempe sudah dingin maka tak lagi nikmat. Solusinya, warga setempat ada yang membuat inovasi tepung bumbu tempe kemul instan untuk para penikmat tempe kemul yang ingin menggoreng sendiri tempe kemul di rumah.

Tepung bumbu instan untuk tahu dan tempe kemul itu biasanya dikemas dalam ukuran 100 gram dan dijual mulai harga Rp6.500 per bungkus. Dengan harga yang terjangkau itu, siapapun bisa memesan tepung bumbu instan tersebut melalui lokapasar di Internet.

Menariknya, tepung bumbu instan untuk tempe kemul itu juga sudah dilengkapi dengan kucai kering. Sehingga, sensasi menyantap tempe kemul ala Wonosobo benar-benar bisa dirasakan meski di rumah saja.