Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Perbukitan dan terasiring bertuliskan Sriharjo menjadi ikon Desa Wisata Srikeminut./Instagram @muh._dipo_
Harianjogja.com, BANTUL--Wisata ke kawasan perdesaan semakin populer. Apalagi, jika desa tersebut memiliki pemandangan yang menakjubkan seperti Desa Wisata Srikeminut di Imogiri, Bantul.
Eloknya pemandangan di tengah bukit dan lintasan sungai yang diapitnya membuat wisatawan tak mau ketinggalan untuk berkunjung.
Desa Wisata Srikeminut berada di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, tepatnya di tiga wilayah yang namanya diakronimkan menjadi nama Srikeminut. Ketika wilayah itu masing-masing adalah Sriharjo, Kedungmiri, dan Wunut. Selain wisata alam, sejumlah atraksi wisata juga ditawarkan di sana.
Wisatawan lama agaknya tak asing dengan kawasan ini, sebab di sinilah lokasi Jembatan Gantung Selopamioro yang lebih dulu terkenal. Kini, kawasan di sekitarnya pun dikembangkan untuk turut serta menjadi rujukan wisata.
Desa Wisata Srikeminut memiliki lokasi yang indah karena menawarkan panorama aliran Sungai Oya yang membelah bukit karst. Dipadukan dengan bentangan sawah dan terasering, daya tarik destinasi ini semakin meningkat.
.jpg)
Kreatif dan Aman
Dilansir dari Okezone, setidaknya ada tiga titik yang bisa dikunjungi oleh wisatawan di Desa Wisata Srikeminut. Yang pertama ialah memulai dengan berfoto dengan latar belakang tulisan Sriharjo dan sawah terasering.
Selain berfoto, pengunjung juga dapat mempelajari cara bertani dengan teknik modern didampingi oleh pengelola atau warga setempat.
Jika ingin menjajal permainan air, maka pengunjung bisa menjajal fasilitas sepera air di atas aliran Sungai Oya yang tenang. Pengunjung juga bisa padusan atau berendam hingga berenang di sungai itu.
Wisata air ini dirancang ramah keluarga. Sehingga, jika datang ke area air ini bersama dengan anak-anak relatif aman. Anak-anak bisa diajak untuk naik perosotan, menaiki perahu, melewati jembatan dan berfoto di bebatuan kali yang berwarna putih.
Selain itu, bebatuan putih di tepi sungai itu juga tak kalah memiliki daya tarik tersendiri. Di sana, pengunjung bisa menggelar tikar dan duduk bersantai menikmati pemandangan yang terhampar.
Area itu menjadi favorit kalangan anak-anak muda yang datang berombongan. Tak jarang, mereka akan menggelar tenda piknik dan menyantap perbekalan yang dibawa bersama.
Untuk menjajal berbagai pengalaman itu, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor. Selain itu, tambahan Rp5.000 bagi pengunjung yang ingin bermain sepeda air.
Selain itu, destinasi ini juga menawarkan wisata live in dengan paket wisata budaya lainnya. Kendati demikian, selama pandemi ini paket wisata tersebut dibatasi untuk mencegah penularan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Rusa di Taman Sriwedari Solo viral karena makan sampah. Pemkot Solo menyiapkan penataan kawasan dan pengembangan penangkaran untuk 31 ekor rusa.
Jogja Umrah Travel Fair 2026 digelar di Ambarrukmo Plaza Sleman. Masyarakat diajak memilih travel umrah resmi dan memanfaatkan promo haji serta umrah.
Donald Trump mengklaim kapasitas rudal Iran tinggal sekitar 22 persen setelah sebagian fasilitas produksi dan peluncuran disebut telah dilumpuhkan.
Kota Jogja mencatat 24 kasus kebakaran hingga Juni 2026. Sebanyak 16 kejadian dipicu korsleting listrik dengan kerugian bangunan mencapai Rp202 juta.
Parade Kendaraan Nir Emisi Digelar, Pemkot Jogja Dorong Percepatan Transportasi Ramah Lingkungan