Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Wahana Jogja Sky di Teras Kaca pada Minggu (2/1/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gondola untuk ngopi di ketinggian 40 meter sambil menikmati pemandangan Samudra Hindia di Gunungkidul viral dan belakangan dipersoalkan karena belum ada sertifikat keamanan.
CEO Teras Kaca, Nur Nasution, mengatakan siap memenuhi permintaan dari Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk mengurus sertifikasi keamanan wahana Jogja Sky di Pantai Nguluran di Kalurahan Girikarto, Panggang. Hal ini sebagai upaya memastikan wahana tidak berbahaya bagi pengunjung.
BACA JUGA: Dinas Pariwisata Gunungkidul Minta Jogja Sky Lengkapi Sertifikasi Keamanan
Menurut dia, sertifikasi ini akan diurus ke lembaga yang mengurusi masalah keselamatan dan kesehatan Kerja (K3). Sebelum mendapatkan izin, wahana ini belum dibuka untuk umum.
“Mudah-mudahan segera terbit dan wahana Jogja Sky bisa dioperasikan, karena kemarin [Minggu 2/1/2022] masih sebatas soft launching,” katanya, Kamis (6/1/2022).
Nur Nasution mengatakan ide membuat wahana ini sudah muncul sejak tiga tahun lalu. Meski belum ada sertifikasi keamanan, ia memastikan teknis keamanan sudah memenuhi standar.
Sebagai contoh, sambung dia, crane sudah menggunakan teknologi terkini. Sedangkan untuk talik penarik gondola dibuat dobel, dengan kekuatan masing-masing menarik beban maksimal empat ton. Ada empat titik untuk menarik gondola sehingga beban maksimal yang ditarik mencapai 32 ton.
“Jadi masih aman. Jika gondola diisi penuh pengunjung, bebannya hanya tiga ton. Ini masih jauh dari beban maksimal yang bisa diangkat,” kata Nur.
Antisipasi keamanan, sambung dia, juga dilakukan pada crane apabila terjadi kemacetan. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan mengaktifkan kabel optik sebagai jalur darurat sehingga bisa digunakan untuk turun. “Kami juga menyediakan tabung oksigen untuk berjaga-jaga,” katanya.
BACA JUGA: Satu-satunya di Indonesia, Naik Gondola di Gunungkidul Sambil Ngopi Melihat Samudra Hindia
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian memberikan apresiasi kepada pengelola Teras Kaca yang ikut berpartisipasi dalam upaya pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Meski demikian, ia meminta pengelola wahana Jogja Sky memiliki sertifikasi keamanan.
“Pada prinsipnya kami mengapresiasi, tapi wahana baru ini harus benar-benar dipastikan keamanannya,” kata Aldian, Rabu (5/1/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).