Wisata Bantul: Diminta Urus Izin, Ini Jawaban Pengelola Pengelola Bee Dyoti Hidden Café di Puncak Bibis

Wisatawan berswafoto di Bee Dyoti Hideen Cafe, di Puncak Bibis, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, belum lama ini. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 Januari 2022 18:07 WIB Ujang Hasanudin Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL— Pengelola Bee Dyoti Hidden Café, objek wisata baru di Puncak Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, diminta mengurus izin. Pengelola mengaku terhambat pandemi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul meminta pengelola wisata di kawasan Puncak Bibis mengurus perizinan, salah satunya analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Sebab, di balik keindahan alam yang ada tersimpan ancaman tanah longsor karena lokasi berada di tebing.

BACA JUGA: Incaran saat Liburan, Ini 5 Tempat Wisata Berhawa Dingin di Jogja

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim seusai mengunjungi Bee Dyoti Hidden Cafe yang berada di kawasan Puncak Bibis, Dusun Bibis, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Rabu (11/1/2021).

Agus mengatakan Bee Dyoti Hidden Cafe beroperasi sejak sebulan lalu. Wisata yang mengandalkan keindahan alam di perbukitan tersebut selama ini belum mengurus izin. Demikian juga keamanan juga belum terjamin. “Lokasinya juga di gunung yang rawan longsor,” kata Agus.

Menurut keterangan pengelola, saat ini perizinan masih dalam proses. Agus mendesak agar pengelola segera mengurus izin, termasuk dari sisi keamanan. Dewan, menurut Agus, memberikan waktu 2-3 bulan agar pengelola memproses perizinan.

Lurah Bangunjiwo Pardja mengakui Bee Dyoti Hidden Cafe yang berlokasi di Puncak Bibis belum mengurus izin sama sekali. Biasanya, kata dia, pengelola wisata seharusnya melakukan sosialisasi kepada warga sekitar, pemerintah kalurahan, polsek, koramil dan panewu.  “Namun sampai saat ini belum ada tembusan sama sekali. Kami benar-benar belum mengetahui Bee Dyoti Hidden Cafe ini” ucap Pardja. Ia menyayangkan pengelola sudah membuka tempat wisata ini sebelum mengantongi izin.

Sebagai lurah, Pardja mengaku belum pernah diajak berembuk terkait dengan pembukaan objek wisata tersebut. Bahkan, Pemkab juga belum mengetahuinya. “Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana?” kata Pardja.

BACA JUGA: Sederet Mini Zoo di Jogja, Ada Satu yang Baru Buka...

Humas Bee Dyoti Hidden Cafe, Riyanto Dimas mengatakan pengurusan izin Bee Dyoti Hidden Cafe terhambat pandemi Covid-19. Meski demikian, secara lisan jajarannya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan diarahkan untuk meminta izin langsung ke pemerintah kalurahan setempat dan Pemkab Bantul. “Saat ini pengurusan izin masih berjalan,” ujar Riyanto.

Dia menyatakan jajarannya tetap berusaha mengutamakan keselamatan wisatawan. Selain itu, pengelola Bee Dyoti Hidden Cafe juga ingin meramaikan kawasan Bibis untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bee Dyoti Hidden Cafe berada di bibir tebing. Kafe tersebut tidak hanya menjual makanan dan minuman tetapi juga menawarkan pemandangan alam dari ketinggian dengan berbagai spot foto. Untuk sekali masuk pengunjung harus membayar Rp10.000, belum termasuk pemesanan makanan dan minuman.