Advertisement

Bernostalgia dengan THR Jogja, Tempat Pikniknya Anak TK Era 1990an

Bernadheta Dian Saraswati
Rabu, 23 Februari 2022 - 17:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Bernostalgia dengan THR Jogja, Tempat Pikniknya Anak TK Era 1990an Purawisata - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Sekilas saat mendengar kata THR atau Purawisata, orang-orang Jogja akan langsung ingat pada sebuah bangunan di Jalan Brigjen Katamso. Namun, tidak semuanya, sepertinya hanya orang-orang yang lahir sebelum era 1990 saja yang tahu.

Ya, THR atau Taman Hiburan Rakyat atau yang juga dikenal dengan Purawisata adalah salah satu objek wisata Kota Jogja yang pernah menjadi jujugan  masyarakat yang butuh hiburan. Tidak hanya hiburan dangdut dengan sajian musik melayunya, wahana permainan juga menjadi hiburan yang dirindukan anak-anak usia TK dan SD di era 1990an itu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Biasanya, selain piknik ke Gembira Loka Zoo atau Kraton Jogja, rombongan siswa juga akan berwisata di tempat ini. Mereka bisa menikmati beragam wahana bermain, seperti permainan ketangkasan, berenang di kolam renang, atau naik panggung untuk menyanyi lagu-lagu anak- anak.

"Ingat sekali saat piknik ke sana [THR]. Pakai seragam olahraga TK, mainan dan playon [berlarian] bebas," kata Susi, 33, warga Sleman yang menceritakan pengalaman masa kecilnya berwisata di THR. 

Baca juga: 6 Wisata Terdekat di Jogja untuk Liburan

Sementara di panggung dangdut, THR telah mengantarkan Vivin Vania, Oky Ardila dan Yayuk Parabola menjadi biduan ternama Tanah Air. Tempat ini sempat menjadi kiblat musik dangdut pada zamannya. Beberapa Orkes Melayu (OM) yang setia manggung di sini antara lain OM Latanza, OM New Satria, hingga OM OBB.

Jauh sebelum menjadi THR dan kemudian berubah nama menjadi Purawisata, objek wisata di Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja ini dulunya merupakan sebuah kompleks pemakaman. Orang zaman dulu menyebutnya dengan Kerkof, sementara lidah Jawa menyebutnya dengan nama Kerkop. Namun saat akan dibangun menjadi tempat hiburan, beberapa makam kemudian dipindahkan.

Menjelang medio 2013, Purawisata memutuskan untuk tutup, undur diri dari hingar bingar panggung hiburan Kota Jogja. Pada 2014, Purawisata berubah nama menjadi Mandira Baruga, sebuah hotel berbintang yang menyajikan latar belakang budaya yang kental.

Advertisement

Nama ini dipilih setelah melalui proses sayembara. Dari 90 nama yang terkumpul, terpilihlah Mandira Baruga.

Purawisata sengaja melakukan pergantian nama karena ingin naik kasta. Pasalnya, selama ini Purawisata hanya identik sebagai tempat hiburan terutama musik dangdut. Nama baru ini diharapkan bisa menjadi representasi Purawisata yang akan berubah menjadi rumah kebudayaan bagi seluruh kesenian di Jogja.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement