Advertisement

Mengenal Tradisi Ciuman Massal di Bali, Khusus bagi yang Single

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mengenal Tradisi Ciuman Massal di Bali, Khusus bagi yang Single Omed-omedan, tradisi unik ciuman massal usai Nyepi di Bali - Okezone\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, BALI-Bali memiliki salah satu tradisi unik bernama Omed-omedan. Disebut unik karena di sini masyarakat Bali akan melakukan ciuman massal usai perayaan Hari Raya Nyepi. Tradisi ini rutin digelar masyarakat Desa Sesetan, Denpasar, Bali.

Omed-omedan dalam bahasa Bali berarti tarik-menarik. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Diawali dengan pertunjukan Barong Bangkung betina dan jantan, muda-mudi Bali kemudian memadati pelataran pura. Mereka akan dibagi dalam dua kelompok sebelum mulai berciuman.

Ritual yang tak biasa ini hanya bisa diikuti oleh mereka para teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berusia 17-30 tahun dan berstatus single, atau belum menikah. Sementara itu proses ritual akan diawasi oleh tokoh adat yang lebih tua.

Prosesi Omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa.

Setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, saling berhadapan dan tarik menarik satu sama lain. Peserta upacara ini terdiri dari 40 pria dan 60 wanita.  Sisa peserta akan dicadangkan untuk tahap berikutnya.

Para peserta akan saling mendekat dan melakukan ciuman selama acara berlangsung. Mereka juga akan disirami dengan air, yang membuat suasana semakin riuh. Upacara ini dilakukan hingga jam 17.00 waktu setempat

Meskipun tampak aneh, tradisi Omed-omedan memiliki makna yang positif, seperti menjalin Asah, Asuh, dan Asih antar warga serta menjaga kedamaian di Desa Sesetan. Tradisi ini sempat dihentikan, namun kembali dilanjutkan karena masyarakat takut terjadi hal-hal buruk.

Advertisement

Cerita di balik Omed-omedan

Ada cerita menarik di balik tradisi Omed-omedan. Konon, dahulu ada sebuah kerajaan kecil di daerah Denpasar Selatan. Suatu hari anak lelaki dan perempuan bermain tarik-menarik dan membuat suara gaduh.

Suara berisik itu memicu kemarahan sang raja yang tengah sakit. Dia keluar dan berniat menghentikan kegaduhan tersebut. Namun, bukannya marah, raja malah menjadi senang dan sembuh dari penyakit.

Advertisement

Kejadian ini membuat raja menggelar sebuah tradisi Omed-omedan, yang dalam bahasa Indonesia berarti “tarik menarik”.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Wikipedia, Okezone

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement