Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah wisatawan berlibur di Pantai Goa Cemara, beberapa waktu lalu. / Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL — Pantai Goa Cemara, di Patihan, Kalurahan Gedangsari, Kapanewon Sanden, Bantul, kini ramai dikunjungi ribuan wisatawan setiap musim liburan dan akhir pekan.
Perkembangan pantai tersebut, tidak bisa lepas dari usaha warga setempat untuk menciptakan wisata pantai yang nyaman.
Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Patihan, Sadio, menjelaskan sebelum menjadi tempat wisata, pantai yang berdekatan dengan Pantai Samas itu hanya terdapat gumuk pasir dan tanaman perdu liar.
Sementara untuk melindungi tanaman sayuran dan palawija milik petani, maka sekitar tahun 2000, mereka menanam pohon cemara. Selain melindungi tanaman dari angin laut yang mengandung garam, pohon ini juga berfungsi sebagai tanggul angin.
Setelah pohon-pohon tersebut tumbuh besar, warga mulai menyadari kawasan tersebut justru menjadi menarik karena rindangnya pohon cemara.
“Setelah itu kami membentuk kelompok sadar wisata untuk membuat satu kawasan wisata,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Sementara terkait dengan nama kawasan tersebut, Sadio mengungkapkan, hal itu diambilkan dari keberadaan pohon cemara yang menyerupai bentuk goa.
Lebih lanjut Sadio memaparkan, pembentukan pokdarwis di kalangan warga yang bermata pencarian sebagai petani tidak mudah. Apalagi saat itu, hanya dirinya yang memiliki latar belakang pariwisata, yakni lulusan sekolah pariwisata dan pekerja salah satu hotel di Kota Jogja.
Selain itu, tahun-tahun itu, citra wisata pantai di masyarakat masih cenderung negatif. Sebab, beberapa pantai seperti Pantai Parangkusumo banyak yang digunakan untuk tempat karaoke bahkan prostitusi.
“Saya mau membuat wisata yang positif,” ungkapnya.
Dalam perkembangannya, kawasan wisata Pantai Goa Cemara mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Tidak hanya warung, ada kolam renang, panggung pertunjukan, area parkir dan sejumlah fasilitas lainnya.
Semua bangunan dan fasilitas itu berjarak cukup jauh dari bibir pantai. “Dulu jaraknya 200 meter, tapi karena abrasi jadi sudah berkurang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sebanyak 49 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin. Total 103 orang telah dievakuasi, enam di antaranya meninggal.
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.