Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
BBWS Serayu Opak melakukan penanaman pohon di kawasan groundsill area riverfront Kali Opak Prambanan, Kamis (1/12/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Kawasan groundsill di area Candi Prambanan ditumbuhi berbagai pohon seperti bisbul dan kepel. Selain untuk menjaga konservasi air, penghijauan dilakukan untuk mendukung destinasi baru riverfront Sungai Opak Prambanan.
Kepala BBWS Serayu Opak, Dwi Purwantoro, mengatakan penanaman pohon merupakan salah satu langkah untuk menjaga konservasi air dan memelihara lingkungan terutama di kawasan groundsill.
Pembangunan groundsill bertujuan untuk mengendalikan elevasi dasar sungai, mengamankan jembatan jalan nasional Jogja -Solo dan jembatan penghubung area Candi Prambanan.
"Dengan penanaman pohon bisbul dan kepel, kami berharap bisa dijaga bersama-sama agar tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan, baik tempat penyimpanan cadangan air juga menjaga pasokan air tanah,” ungkapnya, Kamis (1/12/2022).
BACA JUGA: Ini Deretan Tempat Wisata Bukit di Jogja, Mana Favoritmu?
Momentum tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-77. Pembangunan Groundsill Kali Opak dilakukan BBWS Serayu Opak saat ini sudah selesai. Menurut Dwi, pembangunan tersebut mencakup penataan wisata Prambanan Riverfront untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di kawasan Candi Prambanan.
"Kami lakukan pembangunan riverfront sebagai pengembangan dan menambah estetika kawasan Candi Prambanan. Saat ini kami tambahkan bibit pohon dan harapannya 20-30 tahun lagi bisa membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” harapnya.
Dia menjelaskan, groundsill dibangun selama delapan bulan dengan anggaran Rp48 miliar. Total panjang sungai yang ditangani pada 2022 ini sepanjang 900 meter pada dua sisi, untuk dinding penahan tanah pengamanan kawasan wisata Candi Prambanan.
Selanjutnya, terdapat usulan rencana penanganan ke bagian hulu sepanjang 600 meter yang akan dikerjakan pada 2023. "Kami sengaja mendesain dengan estetika agar menjadi destinasi menarik yang bisa dinikmati masyarakat. Nantinya dari PT Taman Wisata Candi yang akan menjaga dan merawat. Harapannya kehadiran kami bisa dirasakan masyarakat," harapnya.
Direktur Operasional dan Pengembangan Infrastruktur PT TWC, Mardijono Nugroho menyambut baik upaya BBWS Serayu Opak dalam menjaga dan melestarikan kawasan Prambanan.
Keberadaan groundsill kawasan Opak akan menjadi nilai tambah destinasi riverfront yang berada di Candi Prambanan. "Tentu ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat untuk berwisata. Khususnya di kawasan strategis nasional pariwisata. Wisatawan bisa menikmati destinasi ini pada pagi atau sore hari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meraih penghargaan sebagai Pelopor Industri Herbal Berkelanjutan & Kemitraan Lokal dalam ajang JBBA 2026
Gerakan Nurani Bangsa menyoroti turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah saat bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen.
Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1950 menjadi landasan hukum yang menegaskan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah istimewa setingkat provinsi