Advertisement

Kunjungi 4 Pesona Alam Air Terjun di Jogja

Tri Indah Lestari (ST22)
Jum'at, 03 Maret 2023 - 04:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kunjungi 4 Pesona Alam Air Terjun di Jogja Suasana perang air sebagai salah satu agenda padusan di Kedung Pedut, Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Senin (14/5 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pesona air terjun Jogja tak kalah cantik dengan pantainya. Hamparan pepohonan rindang atau perbukitan serta udara segar yang berada di sekitar air terjun tak pernah gagal menyejukkan hati.

Tidak heran jika penikmat alam tak pernah jengah menghabiskan waktu menyaksikan pesona aliran air dari bebatuan atau tebing tinggi ini.

Advertisement

Air terjun di Jogja pun beraneka ragam tak hanya mengalir dari tebing tinggi diapit hutan rindang tapi ada pula di antara sawah di perbukitan tinggi. Berikut pesona alam air terjun di Jogja yang bisa kamu kunjungi:

1. Air Terjun Kedung Pedut

Pancaran kolam dengan air jernih berwarna biru toska menarik perhatian saat bertandang ke air terjun kedung pedut. Air mengalir dari Gunung Kelir, sebuah gunung kapur di antara Kulonprogo dan Purworejo membuat warna air dan batuan begitu kontras menambah keelokan air terjun ini.

Baca juga: Rekomendasi 3 Aktivitas Seru dan Menantang Bersama Sobat-Sobatmu di Jogja

Dalam satu lokasi ada lima kedung atau kolam dengan kedalaman yang berbeda yakni Kedung Anyes, Kedung Lanang, Kedung Wedok, Kedung Merak, dan Kedung Merang. Letaknya ada di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Sampai di parkiran dan bayar parkir Rp2 ribu untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil ditambah tiket masuk Rp3 ribu, kamu mesti berjalan 500 meter lewat jalan setapak ditemani rindangnya pepohonan yang masih terjaga.

2. Air Terjun Kedung Kandang

Air terjun Kedung Kandang begitu ikonik karena letaknya di tengah sawah, mengalir dari batuan hitam yang berundak-undak. Lokasinya tak jauh dari Gunung Api Purba Nglanggeran tepatnya di Gunung Butak, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Setelah membayar tiket masuk seharga Rp8.000, menuju Air Terjun Kedung Kandang harus melakukan trekking kurang lebih satu kilometer dengan rute naik turun bukit, sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan perbukitan dan persawahan terasering.

3. Air Terjun Sidoharjo

Kulonprogo ternyata menyimpan air terjun tertinggi se-DIY yakni Air Terjun Sidoharjo. Debit air yang cukup deras mengalir dari tebing dengan tinggi sekitar 75 meter. Saat bias cahaya matahari dan percikan air terjun menyatu tak jarang tercipta pelangi mini di atas kolam.

Masih jarang dikunjungi wisatawan tak heran jika akses jalannya cukup sulit untuk sampai ke lokasi. Saat tiba di lokasi parkir terdekat, kamu masih perlu berjalan kaki sekitar 10 menit baru dapat mengobati rasa lelah sepanjang perjalanan. Penasaran dengan kelokan Air Terjun Sidoharjo kamu bisa datangi lokasinya di Sumoroto, Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

4. Air Terjun Lepo

Lebih dikenal dengan nama grojogan Lepo, dimana ‘Lepo’ sendiri ialah singkatan dari Ledok Pokoh nama dari dusun lokasi grojogan ini berada tepatnya di Dusun Pokoh Jalan Pokoh, Dlingo, Kecamatan, Kabupaten Bantul.

Di Grojogan Lepo, Anda bisa menjumpai tiga air terjun yang berbeda dengan kedalaman kolam yang berbeda pula, mulai dari kolam sedalam 90cm saja hingga kedalaman 2 meter. Selain jadi lokasi cuci mata tempat wisata ini cocok untuk berenang terutama keluarga kecil yang memiliki anak.

Menikmati keindahan grojogan Lepo cukup dengan membayar parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Prediksi Cuaca BMKG Jogja dan Sekitarnya Rabu 29 Mei 2024: DIY Cerah Berawan

Jogja
| Rabu, 29 Mei 2024, 06:07 WIB

Advertisement

alt

Wow, 5 Restoran di Inggris Ini Sajikan Tempe sebagai Makanan Mewah

Lifestyle
| Selasa, 28 Mei 2024, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement