Advertisement

Mengenal Monte Kali, Gunung Garam Buatan Terbesar di Dunia

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 07 Maret 2023 - 16:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mengenal Monte Kali, Gunung Garam Buatan Terbesar di Dunia Gunung garam buatan terbesar dunia, Monte Kali di Jerman. - Wolkenkratzer/Wikimedia Commons

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Di Kota Herringen, Jerman tengah, terdapat sebuah gunung garam buatan terbesar di dunia. Monte Kali namanya, yang terdiri dari tumpukan natrium klorida (garam meja) yang sangat besar.

Dilansir dari Oddity Central, asal Monte Kali berawal pada 1976, ketika garam kalium mulai diekstraksi dari tambang di sekitar kota Hessen. Saat itu, kalium digunakan untuk membuat produk seperti sabun dan gelas. Saat ini kalium merupakan bahan penting untuk pembuatan pupuk, karet sintetis, dan bahkan beberapa obat, sehingga ekstraksi meningkat selama beberapa dekade terakhir.

Advertisement

Penambangan kalium akhirnya menghasilkan banyak natrium klorida sebagai produk sampingan sehingga dibutuhkan tempat yang luas untuk menampungnya. Perusahaan yang mengoperasikan tambang mulai membuang semua garam ini beberapa mil dari Herringen selama bertahun-tahun hingga menciptakan gunung garam raksasa yang oleh penduduk lokal diamakan Monte Kali atau Kalimanjaro.

Pada tahun 2017, Monte Kali berdiri di ketinggian 530 meter (1.740 kaki) di atas permukaan laut dan mencakup area seluas lebih dari 100 hektar. Tidak heran jika kemudian Monte Kali disebut juga dengan gunung buatan.

Baca juga: 3 Tempat Makan Pizza di Jogja, Rasa Italia Suasana Angkringan

Monte Kali menjadi daya tarik wisata dan wisatawan dapat melihatnya dari mana saja. Bahkan, orang bisa membayar untuk menaiki gunung garam buatan ini. 

Setelah mendaki sekitar 15 menit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan seluruh Lembah Werra sampai ke Rhön dan Hutan Thuringian.

Meskipun sulit untuk memperkirakan berapa banyak garam yang terkandung di Monte Kali, sebagian besar sumber menyebutkan massa gunung garal itu saat ini sekitar 236 juta ton. Benda ini meliputi area seluas 114 lapangan sepak bola dan seberat 23.600 Menara Eiffel. Dan dengan lebih dari 1.000 ton garam yang ditambahkan setiap jam setiap hari, membuat Monte Kali semakin besar.

Seperti yang bisa Anda bayangkan, gunung garam sebesar ini di tengah Jerman, dekat hutan dan Sungai Werra, memang menimbulkan beberapa pertanyaan lingkungan. Penelitian telah menemukan bahwa tumpukan garam yang tumbuh, yang juga menghasilkan banyak air asin, telah menyebabkan Werra menjadi asin, seperti halnya air tanah di daerah tersebut. Dari 60 hingga 100 spesies invertebrata yang pernah menjadi rumah bagi daerah sekitar Herringen, hanya tersisa 3 spesies.

Hal di atas dapat digambarkan sebagai bencana lingkungan, tetapi industri kalium sangat besar di wilayah tersebut berikut dengan jumlah pekerjanya. Sehingga menutup produksi bukanlah pilihan bagi pihak berwenang.

Kali und Salz (K+S), perusahaan yang mengoperasikan tambang, izinnya diperpanjang hingga 2060, dan bahkan permintaan untuk memperluas Monte Kali seluas 25 hektar disetujui pada 2020.

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana K+S berhasil membuang lebih dari 1.000 ton natrium klorida di Monte Kali setiap jam, itu dilakukan dengan sabuk konveyor sepanjang 1,5 km (0,93 mil).

Menariknya, Monte Kali menjadi yang terbesar dari beberapa tempat pembuangan garam yang kemudian dikenal sebagai "Land der weißen Berge" (Tanah Pegunungan Putih).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jalur Trans Jogja: Tujuan Malioboro, UGM, Prambanan

Jogja
| Rabu, 29 Mei 2024, 04:57 WIB

Advertisement

alt

Wow, 5 Restoran di Inggris Ini Sajikan Tempe sebagai Makanan Mewah

Lifestyle
| Selasa, 28 Mei 2024, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement