Advertisement
Unik, Glamping Kapal Selam Ini Ternyata Bekas Sekoci Kapal Tanker
Sebuah sekoci yang dicuri ketika bajak laut menyerang sebuah kapal tanker di lepas pantai Afrika kini berubah fungsi menjadi sebuah glamping. - BBC
Advertisement
Harianjogja.com, SOMERSET—Sebuah sekoci yang dicuri ketika bajak laut menyerang sebuah kapal tanker di lepas pantai Afrika kini berubah fungsi menjadi sebuah glamping.
Dilansir dari BBC, sekoci curian itu kini dijadikan glamping bertema kapal selam kuning. Wisatawan bisa menyewanya di Cheddar, Somerset, Inggris.
Advertisement
BACA JUGA: Restoran Jepang Picu Kontroversi karena Tawarkan Menu Baru Telur Gurita Mentah
Rupanya, sekoci itu diubah menjadi akomodasi oleh Andy Barton, seorang warga Inggris yang terbiasa mengubah sebuah moda transportasi menjadi fungsi yang lain. Sebelumnya, ia juga pernah mengubah bus Amerika menjadi satu unit penginapan.
Tadinya, sekoci itu milik sebuah kapal tanker yang diserang oleh bajak laut di lepas pantai Somalia. Sekoci itu ditemukan bertahun-tahun kemudian, terapung antara Inggris dan Spanyol utara.
“Keluarga dan teman-teman saya menganggap saya gila,” kata Barton dikutip dari BBC, Jumat (10/5/2024). “Ini sangat menarik karena sangat berbeda,” lanjutnya.
Supaya lebih nyaman, sekoci itu kini dilengkapi dengan dapur, tempat tidur, dan gawai bertema bahari untuk dimainkan anak-anak. Bahkan, ada lubang intip juga agar lebih mirip dengan kapal selam.
Tentunya glamping itu menawarkan fasilitas yang tidak biasa. Dilengkapi dengan 'sistem peringatan hiu' dan 'detektor gurita raksasa'.
Barton mengungkapkan dirinya membutuhkan waktu enam bulan dan £10.000 (Rp200 juta) untuk mengubah kapal sekoci tersebut jadi glamping.
BACA JUGA: Makan Murah di Jogja Versi Mahasiswa, Cek Tempatnya
Glamping kapal selam, yang biaya sewanya £149 (Rp3 juta) per malam di Petruth Paddocks Cheddar, telah terbukti populer. Bekas sekoci itu mampu menampung satu keluarga yang terdiri dari empat orang.
Pemilik situs pemesanan akomodasi, Jules Sayer mengatakan pemesanan mulai berdatangan segera setelah diiklankan.
“Ini merupakan tambahan yang bagus untuk situs ini,” katanya. "Kami sangat senang menjadi tuan rumah di sini. Saya yakin keluarga manapun akan senang tinggal di sini."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BBC
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







