Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Suasana dalam bioskop di Museum Sonobudoyo. Istimewa - Dok. Museum Sonobudoyo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Fasilitas bioskop berbiaya murah yang menyuguhkan film-film dokumenter sejarah di Museum Sonobudoyo ternyata masih minim kunjungan meski momen libur Lebaran 2026 baru saja berlalu.
Ruang pemutaran sinema yang menawarkan kenyamanan dengan tarif hanya Rp5.000 per orang ini belum pernah terisi penuh oleh wisatawan yang datang ke kawasan Malioboro.
Advertisement
Bioskop yang berlokasi di dalam kompleks Museum Sonobudoyo, di Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja ini memiliki kapasitas sekitar 40 kursi.
Tiketnya dijual terpisah dari tiket masuk museum dan dijadwalkan kembali beroperasi secara rutin pada akhir Maret ini bersamaan dengan agenda pertunjukan budaya lainnya.
BACA JUGA
Kepala Museum Sonobudoyo, Ery Sustiyadi, mengungkapkan bahwa koleksi film yang diputar merupakan karya produksi Dinas Kebudayaan serta arsip langka era 1930-an.
Penonton bisa menyaksikan sejarah Pasar Beringharjo hingga dokumentasi lawas Kotagede dalam suasana ruangan yang representatif.
“Sebenarnya murah dan nyaman, tapi belum banyak yang tahu,” ujar Ery, Rabu (25/3/2026). Ia menyayangkan potensi edukasi visual ini belum terserap optimal oleh para pelancong domestik maupun mancanegara yang berkunjung.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat terhadap pentas Wayang Orang dan Wayang Topeng di lokasi yang sama.
Pertunjukan seni yang akan dimulai kembali pada 28 Maret 2026 tersebut biasanya selalu penuh dipesan (full book) dengan kapasitas penonton mencapai 140 hingga 150 orang.
Secara umum, tingkat kunjungan ke Museum Sonobudoyo selama libur Lebaran tahun ini tercatat melandai jika dibandingkan tahun lalu.
Data terbaru menunjukkan angka tertinggi kunjungan terjadi pada Minggu (22/3/2026) dengan jumlah 1.572 orang, jauh di bawah rekor tahun sebelumnya yang mampu menembus 3.000 orang per hari.
Sepinya kunjungan juga terlihat dari aktivitas di kantong parkir Alun-Alun Utara yang tidak sepadat periode libur panjang biasanya.
Wisatawan mancanegara pun terpantau masih sangat minim, dengan catatan hanya belasan hingga puluhan orang per hari, karena puncak kunjungan turis asing biasanya baru terjadi pada musim panas sekitar bulan Juli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Rutin Makan Kimchi Disebut Bisa Turunkan Risiko Penyakit Kulit
Advertisement
Advertisement
Advertisement





